Bakesbangpol DIY Apresiasi LDII Miliki Komitmen Wujudkan Pemilu Damai

LDII Pemilu Damai
Bidang Poldagri dan Ormas Badan Kesbangpol DIY Hajar Sutadi memberikan pembekalan materi kepada peserta Rakerwil LDII DIY 2023, Minggu (26/11/2023).

Sleman (26/11) – Perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi narasumber pada pembekalan materi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Daerah Istimewa Yogyakarta. Rakerwil LDII DIY dilaksanakan di aula kompleks Masjid Al Fattah Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Hajar Sutadi, S.I.P., dari Bidang Poldagri dan Ormas Badan Kesbangpol DIY menyampaikan materi mengenai Pemilu Damai dalam Perspektif Wawasan Kebangsaan.

Hajar menyampaikan secara garis besar mengenai perkembangan menjelang Pemilu 2024, di antaranya ada sekitar 18 partai politik nasional dan 6 partai lokal yang berasal dari Aceh yang akan mengikuti Pemilu 2024. Masa kampanye Pemilu 2024 dimulai pada tanggal 28 November 2023. Hajar mengatakan bahwa pemilu kali ini ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, salah satunya politik uang.

Bakal calon legislatif beberapa ada yang mengeluarkan banyak modal untuk menjadi Anggota DPR maupun DPRD. Ia mencontohkan, calon legislatif yang sudah mengeluarkan banyak modal kadang orientasinya ketika jadi anggota dewan adalah bagaimana mengembalikan modal tersebut.

”Kita melihat bagaimana setelah mengeluarkan modal, mengembalikan modalnya. Jika demokrasi kita sekarang tidak dilihat dari siapa yang punya kapasitas, tapi siapa yang punya modal, hal ini menyebabkan yang punya kapasitas tapi tidak punya modal tidak berani untuk maju. Jadi bagaimana kita bisa memperbaiki itu, dengan menolak praktek politik uang,” ujarnya.

Tantangan selanjutnya adalah permasalahan pemilih dari luar wilayah, karena Yogyakarta ini menjadi destinasi tujuan, khususnya bagi anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan. Pada Pemilu 2019 lalu ini menjadi masalah, karena banyak mahasiswa dari luar wilayah DIY yang ingin memilih di wilayah DIY. ”Sedangkan di Jogja ini mahasiswa banyak dan persebarannya tidak merata, sehingga terpusat di beberapa TPS dan membludak. Di sisi lain, TPS secara aturan hanya menyediakan 2% surat cadangan dari jumlah DPP (Daftar Pemilih Tetap) sementara jumlah mahasiswa yang ingin mencoblos di TPS tersebut jauh melampaui surat suara cadangan,” ucapnya. Hal ini kemudian menjadi masalah, muncul narasi bahwa mahasiswa yang di luar DIY tidak diakui hak pilihnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada Pemilu 2024 KPU berencana memberi TPS khusus yang berada di beberapa tempat, yang paling banyak ada di perguruan tinggi. Lebih lanjut Hajar menjelaskan untuk pemilih yang bukan pemilih tetap dan bukan KTP DIY, hanya disediakan satu surat suara saja yaitu untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, karena untuk yang lainya itu terikat oleh daerah pemilihan masing-masing.

“Sementara yang belum terdaftar di TPS tersebut harus mengurus form pindah. Bisa diurus di KPU dengan menyertakan KTP dan Kartu Keluarga serta surat keterangan dari lembaga. Jika kampus maka lembaga pendidikannya. Karena LDII memiliki Pondok Pesantren Mahasiswa, maka kami berharap LDII bisa membantu sosialisasi mengenai pemilihan ini. Ketika ingin mencoblos di DIY, harus mengurus form pindah pemilih tersebut,” urainya.

Hajar juga mengapresiasi LDII karena mempunyai komitmen yang kuat untuk mewujudkan Pemilu Damai. ”LDII ini organisasi yang lebih dahulu daripada Kesbangpol DIY, sudah melewati pelaksanaan pemilu begitu banyak. Kami melihat bahwa LDII memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan Pemilu damai, ini tercermin dari sikap politik LDII yang netral aktif, artinya tidak mendukung salah satu paslon tapi mendorong warga LDII untuk berpartisipasi aktif. Bagi kami, ini bentuk komitmen LDII untuk mewujudkan Pemilu Damai,” ucapnya.

Pada sesi wawancara Hajar berharap kontribusi LDII untuk turut serta menyuarakan Pemilu damai, ”Kami berharap warga LDII bisa 100 persen menyalurkan hak suaranya sebagai pemilih dan juga bisa turut serta menyuarakan Pemilu damai. Kami juga berharap LDII bisa menyiapkan warganya untuk turut serta baik itu sebagai penyelenggara maupun sebagai peserta Pemilu yang akan datang,” pungkasnya.

Check Also

LDII Gamping

Dorong Pribadi Profesional Religius, Remaja Putri LDII Gamping Diajak Kenali Karakter Diri

Sleman (3/6) – Bimbingan konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *