Cegah Berita Hoax, LDII DIY Gelar Pelatihan Jurnalistik

Sleman (24/5) – Menyikapi maraknya berita hoax, DPW LDII DIY mengadakan pelatihan jurnalistik secara virtual, Minggu (22/5/2022). Kegiatan berlangsung di studio utama, Aula Pondok Pesantren Mulyo Abadi, Mulungan, Mlati , Sleman dan diikuti lebih dari 200 peserta di studio mini yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-DIY.

Acara ini diprakarsai oleh Biro Komunikasi, Informasi dan Media (KIM) DPW LDII DIY yang menggandeng LDII News Network (LINES) DIY dan bekerja sama dengan Biro Teknologi Informasi dan Aplikasi Telematika (TIAT) DPW LDII DIY.

Maraknya berita hoax dan ujaran kebencian belakangan ini membuat Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., merasa prihatin dan berusaha ikut mencegahnya. “Melalui pelatihan jurnalistik hingga tahun keenam ini diharapkan seluruh reporter LINES se-DIY semakin terampil dan mampu memelopori produksi berita-berita positif dan bermanfaat. Hoax dan ujaran kebencian sungguh dilarang di dalam agama Islam,” ungkapnya.

LDII DIY
Pemateri Ghafur Sriyanto memaparkan materi Hoax dan Ujaran Kebencian.

Beberapa narasumber hadir dalam pelatihan ini, antara lain Ghafur Sriyanto, S.Si., M.Si., Konsultan Digital Information (Vakantie), H.M. Sahirul Alim, S.Si., M.Si., M.Eng., Ketua Biro TIAT DPW LDII DIY serta Fachrizal Wicaksono, S.Ak., Ketua LINES DPP dan Anggota Biro KIM DPP LDII.

Sebelum para narasumber menyampaikan materinya, Drs. H. Suharno, Dewan Penasihat DPD LDII Sleman memberikan arahan sekaligus membuka acara. Dalam arahannya, Suharno mengingatkan bahwa reporter LINES yang kebanyakan masih berusia muda agar menggunakan kesempatan tersebut untuk beramal sholih melalui pembuatan berita yang bermanfaat.

“Apapun yang ada di lingkungan kalian bisa menjadi berita, sehingga berita-berita baik dari kegiatan masyarakat diketahui adanya, termasuk kegiatan LDII,” ungkapnya.

Ghafur menyampaikan bahwa berita hoax itu berita palsu. Hal ini sangat berbahaya dan harus dihindari. “Sebelum membuat berita, reporter harus memahami apa yang akan ditulis, sehingga hasilnya akan valid dan sesuai dengan apa adanya,” ujarnya.

LDII DIY
Pemateri Sahirul Alim membawakan materi Aplikasi Arsip Kegiatan.

Dari semua berita yang sudah dibuat reporter, perlu disimpan arsip agar tersusun rapi dan mudah melacaknya saat dibutuhkan. Maka pada pelatihan ini, peserta diperkenalkan Aplikasi Arsip Kegiatan oleh Sahirul. Bahkan saat itu juga semua peserta praktek langsung menggunakan gadget dan atau laptop masing-masing.

Melengkapi materi pelatihan, Wicaksono mengingatkan kembali bahwa reporter merupakan garda terdepan masyarakat. Hal ini karena reporter merupakan orang yang pertama akan memberikan berita ke bagian redaksi sebelum dipublikasikan.

Pembawa acara sekaligus Ketua LINES DIY dan Anggota Biro KIM DPW LDII DIY, Andhika Widiasto, S.Kom., menegaskan kembali agar semua reporter selalu konsisten dalam membuat berita. “Acara pelatihan ini sudah selesai, bukan berarti kewajiban selesai. Terapkan materi yang kita peroleh untuk bekal kegiatan jurnalistik ke depan,” jelasnya menutup acara.

About admin

Check Also

LDII BSI

Tindak Lanjut MoU, LDII Terima Kunjungan BSI Sleman

Sleman (18/6) – Pengurus LDII Kabupaten Sleman menerima kunjungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) cabang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.