Silaturahim Muhammadiyah dan LDII, Sepakati Umat Jangan Berpecah Belah Akibat Politik

Jakarta (11/1). Muhammadiyah dan LDII menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah jangan sampai rusak akibat pesta demokrasi lima tahunan. Dua ormas Islam dengan puluhan juta warga itu, menyepakati Pemilu hanya lima tahun sekali, namun kewajiban membina dan memajukan umat Islam adalah pekerjaan sampai akhir zaman.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir dan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Mereka bertemu dalam rangka silaturahim di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/1).

Ketua DPW LDII DIY, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. menyambut bahagia silaturahim kebangsaan ini. “Alhamdulillah, awal yang bagus untuk kerukunan dan kekompakan umat Islam. Mari tetap bersatu, tidak terpecah belah akibat pemilu 2024 yang akan datang. Semoga LDII tetap fokus mewujudkan 8 program pengabdiannya bagi bangsa Indonesia,” harap Atus.

Dalam silaturahim tersebut, KH. Chriswanto Santoso memandang bahwa banyak persamaan LDII dengan Muhammadiyah dalam menyikapi problem pemerintahan, politik, ekonomi, pendidikan dan kebangsaan.

“Kami silaturrahim dan sowan ke PP Muhammadiyah untuk mengucapkan selamat atas Muktamar Muhammadiyah yang telah dilakukan dengan damai dan demokratis, yang bisa menjadi teladan bagi ormas-ormas Islam lainnya. Bagi LDII, ini adalah contoh yang patut ditiru. Kenyataannya, semua berlangsung dengan baik. Muhammadiyah memberikan kontribusi bagi bangsa yang sangat jelas,” kata KH. Chriswanto Santoso.

“Tahun depan, Indonesia akan memasuki tahun politik. Dalam dua pemilu terakhir, bangsa Indonesia terbelah karena persoalan pilihan politik. Kami berpandangan, pemilu itu memang lima tahun. Sementara berdakwah dan membina umat hingga ila yaumil qiyamah (hingga hari kiamat). Maka jangan sampai yang lima tahun ini merusak yang ila yaumil qiyamah. Perlu ada penyamaan visi dan persepsi diantara ormas-ormas Islam untuk bersanding, bukan justru bersaing,” kata KH. Chriswanto Santoso.

Senada dengan KH. Chriswanto Santoso, KH Haedar Nashir juga mengharapkan tahun politik harus menjadi tahun yang damai dan bersatu. Pemilu harus berjalan sesuai dengan konstitusi dan jadwal yang ditetapkan, “Pertama, harapan kami bagi seluruh umat Islam Indonesia, dalam keragaman orientasi dan sikap politik, kita tetap jaga ukhuwah sesama umat muslim dan ukhuwah kebangsaan,” katanya.

Berfoto Bersama dalam Silaturahim Muhammadiyah dan LDII
Berfoto Bersama dalam Silaturahim Muhammadiyah dan LDII (Foto : Lines)

Poin kedua, KH. Haedar Nashir berharap agar semua pihak penyelenggara pemilu, pemerintah, TNI, Polri, partai politik, ormas-ormas, dan semua komponen bangsa harus punya visi dan komitmen yang sama dalam menjaga tahun politik tetap kondusif, “Tanpa semangat kebersamaan, kita tidak kuat. Tapi kalau bersama kita kuat,” katanya

KH. Haedar Nashir mengingatkan agar fokus dan perhatian umat tidak habis karena tahun politik. Pemilu tetap berjalan lima tahun sekali, akan tetapi umat Islam harus maju dan menjadi umat yang terbaik. Inilah komitmen ormas Muhammadiyah yang memperoleh titik temu dengan dengan komitmen LDII.

“Apa yang dilakukan LDII dan Muhammadiyah dalam silaturahim ini, ke depan akan ada langkah kerja sama yang lebih konkrit. Kami akan berbuat yang produktif dan konstruktif untuk umat, bangsa dan negara,” kata KH. Haedar Nashir.

Di akhir pertemuan KH. Haedar Nashir mengucapkan terimakasih atas silaturahim yang dilakukan DPP LDII dengan PP Muhammadiyah. “Saya mengucapkan tahniyah atas langkah-langkah dan kerja LDII Pusat di bawah kepemimpinan KH Chriswanto Santoso,” pungkasnya.

Check Also

Keluarga Ceria

Keluarga Ceria, Solusi LDII Wujudkan Indonesia Sejahtera

JAKARTA (30/3) – Ketua DPP LDII Ardito Bhinadi mengatakan untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera nantinya, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *