
Yogyakarta (15/3) – Masjid Baitul Hamdi yang berada di bawah naungan LDII Kota Yogyakarta menjadi salah satu lokasi Safari Subuh. Program tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja sama dengan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Safari Subuh merupakan bagian dari rangkaian program Pemkot Yogyakarta selama bulan Ramadan. Selain itu, jajaran pemerintah juga melaksanakan safari tarawih, buka bersama, hingga sahur bersama sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Memang kita ini ingin sebanyak – banyaknya ketemu dengan warga di dalam bulan ramadan. Ini untuk bisa membersamai dan Sekaligus bulan ramadan bisa kita pakai untuk sosialisasi program – program yang ada seperti kebersihan, pengolahan sampah. Tetapi waktunya kan terbatas, maka dari itu selain tarawih, kita tambah Safari subuh” ujar Hasto Wardoyo.
Pelaksanaan salat Subuh dipimpin oleh Ustadz Rosyid Kurniawan yang merupakan Dewan Guru dari Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM). Antusiasme jamaah terlihat tinggi, terbukti dari penuhnya lantai satu dan dua masjid oleh warga yang mengikuti salat berjamaah. Untuk kenyamanan, jamaah laki-laki menempati lantai satu, sementara jamaah perempuan berada di lantai dua.
Dalam sambutannya, Hasto menekankan keberhasilan ibadah puasa tidak hanya diukur dari menahan lapar dan haus, tetapi juga terbentuknya akhlakul karimah. “Berpuasa yang sukses ini menurut saya yang bisa menghasilkan akhlakul karimah. Menghasilkan orang yang berperilaku akhlak yang mulia, yang kalau dalam bahasa inggris menjadi Personal Master. Jadi bapak ibu para jamaah dan juga di sini ada adik-adik mahasiswa, bercita-citalah menjadi seorang personal master. Yang itu merupakan wujud dari akhlakul karimah” jelasnya.
Pesan Dalam Safari Subuh Tentang Pembinaan Generasi Muda dalam 5 Sukses Ramadan
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LDII atas pembinaan generasi muda atau generus yang dinilai berjalan dengan baik, khususnya dalam pelaksanaan program 5 Sukses Ramadan.
“Kami juga mengucapkan terimakasih karena adik – adik muda disini istilah nya generus ya di sini itu sudah dilatih, yaitu dari caberawit betul – betul dilatih dengan baik seperti dibulan Ramadan ini agar mereka tidak menjadi generasi yang boros. Karena langkah-langkah yang sudah dilakukan, seperti 5 Sukses Ramadan dan prinsip untuk tidak boros, serta semangat gotong royong dan kerja keras. Hal itu terbukti bahwa dalam keadaan seperti sekarang ini, yang paling bertahan adalah orang yang mau bekerja keras. Mereka hidup sederhana dan tidak boros, serta mau gotong royong, kompak, jujur, dan amanah” tambahnya.

Upaya pembinaan tersebut sejalan dengan program LDII dalam membentuk generus melalui 29 Karakter Luhur. Program ini mencakup enam thobiat luhur, yaitu jujur, amanah, muzhid (hemat), rukun, kompak, dan kerja sama yang baik.
Dalam sesi wawancara, Hasto mengungkapkan bahwa Safari Subuh memberikan manfaat tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual.
“Safari subuh sangat menyenangkan kalau menurut saya, membuat kita segar dan fresh di pagi hari, itu baru secara fisik dan duniawi. Akan tetapi dibalik itu kan kita tahu ulama’ ulama’ juga menyampaikan bahwa shalat fajar itu nilainya melebihi dunia seisinya, kemudian berjamaah shalat subuh itu juga sudah luar biasa pahalanya” jawab hasto menjawab pertanyaan mengenai latar belakang safari subuh ini diadakan.
Di akhir kegiatan, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sarana ibadah dan pusat kegiatan, Pemkot Yogyakarta menyerahkan sejumlah bantuan stimulan. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Di antaranya Baznas Yogyakarta, Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Bank Jogja, Bank BPD DIY, PT Jogjatama Vishesha, Kementerian Agama Kota Yogyakarta, serta Dinas Perpustakaan Kota Yogyakarta.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta