
Sleman (5/8) – Pengurus Perempuan LDII DIY kembali menghadiri undangan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DIY (P3AP2) DIY tentang sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Sosialisasi kali ini dipusatkan di Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (4/8/2023).
Hadir sebagai narasumber Dosen Ilmu Sosial dan Politik Fisipol UGM, Abdul Ghafar Karim, Anggota Komisi B DPRD DIY, Rita Nur Mastuti, dan dari Dinas P3AP2, Mala.
Abdul Ghafar dalam materinya menjelaskan tugas pekerjaan rumah dalam kehidupan rumah tangga. Tidak ada perbedaan baik bagi suami maupun istri. “Memasak dan mencuci adalah pekerjaan laki-laki dan perempuan, begitu pula menyapu dan mengepel. Bahkan nabi itu juga memasak, mencuci, dan momong, maka jadilah manusia beradab,” katanya.

Bahkan kalau di luar negeri, lanjut Abdul Ghafar, laki-laki kursus 8 x 24 jam dalam meramut anak sejak anak itu lahir. Kursus dimulai dari gejala kelahiran awal, seperti cara memandikan anak yaitu dari tulang belikat hingga leher, cara membersihkan kemaluannya saat buang air dan cara menggendong.
“Pada saat awal kehamilan, anak di dalam kandungan mendengar detak jantung ibunya, sedangkan saat awal lahir suara ayahnya lah yang pertama kali didengar,” jelas Abdul Ghafar.
Sesuai dengan tema “Perempuan Penggerak Demokrasi”, Rita menegaskan bahwa perempuan harus mempunyai keberanian dalam menyampaikan pendapatnya.
Sementara itu, Mala menyebut tingginya prosentase perempuan menjadi kepala rumah tangga, dan kurangnya perhatian orang tua terhadap kasih sayang dan pendidikan anak.
“Indonesia menjadi urutan ketiga sedunia kurangnya kasih sayang anak dari ayahnya,” kata Mala.
Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ini dihadiri beberapa ormas di Kalurahan Sinduharjo. Dari Perempuan LDII DIY, hadir Umi Salamah dari Divisi Kesejahteraan.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta