Asesmen Sumatif Genap Dimulai, SMA Insan Mulia Boarding School Terapkan Proctoring Digital

SMA IMBS
SMA Insan Mulia Boarding School resmi memulai pelaksanaan Asesmen Sumatif Genap Tahun Ajaran 2025/2026 pada Rabu (3/6/2026).

Sleman (3/6). SMA Insan Mulia Boarding School memanfaatkan teknologi proctoring digital dalam pelaksanaan Asesmen Sumatif Genap Tahun Ajaran 2025/2026. Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh siswa, termasuk yang sedang menjalani perawatan kesehatan, tetap dapat mengikuti ujian secara objektif dan terpantau, Rabu (3/6/2026).

Kepala SMA Insan Mulia Boarding School, Syaifulloh Ibnu Mukmin, mengatakan sekolah berupaya memberikan akses yang sama kepada seluruh peserta didik dalam mengikuti asesmen. “Mereka tetap dapat mengikuti asesmen secara daring tanpa harus kehilangan hak untuk mengikuti evaluasi akademik,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan sistem hybrid memungkinkan siswa yang berada di rumah atau fasilitas kesehatan tetap mengikuti ujian melalui mekanisme daring yang diawasi menggunakan teknologi proctoring. Sistem tersebut mengadopsi standar pengawasan yang ketat untuk menjaga integritas pelaksanaan ujian jarak jauh.

Pada hari pertama asesmen, siswa mengerjakan mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN). Mayoritas peserta mengikuti ujian menggunakan gawai pribadi melalui platform pendidikan Geschool.

SMA Insan Mulia Boarding School
Siswa mengerjakan ujian menggunakan gawai pribadi melalui platform pendidikan Geschool.

Selain mengedepankan pemanfaatan teknologi, sekolah juga memastikan tidak ada siswa yang terkendala sarana. Bagi peserta didik yang tidak memiliki perangkat pribadi, sekolah menyediakan komputer di laboratorium agar mereka tetap dapat mengikuti asesmen dengan nyaman.

“Semua anak terfasilitasi dengan baik di sini. Bagi siswa yang benar-benar tidak memiliki gawai pribadi, sekolah telah mengondisikan dan memfasilitasi mereka untuk menempuh ujian menggunakan komputer sekolah di laboratorium komputer,” kata Syaifulloh.

Untuk mengukur capaian belajar secara komprehensif, asesmen dibagi menjadi dua sesi, yakni pilihan ganda berbasis digital dan esai. Model ini dipilih untuk menilai tidak hanya penguasaan materi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan analisis siswa.

Meski sempat terjadi kendala teknis pada awal pelaksanaan, panitia guru segera melakukan penyesuaian sehingga ujian dapat kembali berlangsung normal. Berkat kesiapan sumber daya dan dukungan teknologi, hari pertama Asesmen Sumatif Genap berjalan lancar, tertib, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Check Also

LDII Peduli Lingkungan

Semangat Ikhlas Berkurban dan Berbagi Iduladha 1447 H, Warga LDII DIY Salurkan Daging Kurban kepada Masyarakat

Yogyakarta (27/5). Pelaksanaan ibadah kurban warga LDII di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung semarak pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *