LDII DIY Borong Juara Lomba Lingkungan Hidup DPP LDII

LDII DIY
Para pemenang lomba lingkungan hidup DPP LDII menerima hadiah yang dirangkaikan pada penyelenggaraan Rakerwil LDII DIY 2023 di aula kompleks Masjid Al Fattah, Kalasan, Sleman, Minggu (26/11/2023). Turut mendampingi Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo (ketiga dari kiri), Sekum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya (kedua dari kiri) dan Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin (kiri).

Sleman (30/11) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII menggelar lomba lingkungan hidup nasional pertama kalinya menjelang road to Rakernas LDII 2023 beberapa waktu lalu. Lomba bertemakan lingkungan hidup tersebut terdiri dari lomba desain poster, lomba video pendek, lomba karya tulis, dan lomba aksi nyata.

Usai diumumkan pada 11 November 2023 lalu, generus LDII DIY berhasil memborong tiga juara dari empat jenis karya yang dilombakan. Yakni juara I lomba karya tulis oleh Hasan Syaifulloh dan Muhammad Hasan Fatahuddin Noor yang merupakan santri Pondok Pesantren Mahasiswa Ar Royyan Baitul Hamdi Yogyakarta dengan judul “Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup (Pepeling) dalam Pengelolaan Sampah bagi Anak Usia Dini”.

Selanjutnya, juara I lomba aksi nyata oleh Ulin Nuha Syahnarendra, Qomarudin, Kyai Didik Supriyanto, Gus Suryadi, Nanang Dwi Antoro, dan Alek Rahmad Hasyi yang tergabung dalam tim Sinergi Kyai, Pramuka dan Dai ProKlim. Judul yang diangkat adalah “Sinergi Kyai Peduli Sampah, Dai ProKlim dan Pramuka Wujudkan Kampung ProKlim, Jugangin Om dan Sedekah Sampah.

Masih pada kategori lomba aksi nyata, DIY berhasil meraih juara III diraih oleh tim yang terdiri dari Agus Kurniawan, Khoiru Bagus Pramono, Auliya Sabrina, Nurohmat Fitriyanto, dan Chaerul Huda. Mereka tergabung dalam tim Proklim Sangurejo di bawah naungan PC LDII Turi dengan mengangkat judul “Program Kampung Iklim Sangurejo, Wujud Nyata Peran LDII untuk Bangsa dalam Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim”.

Penyerahan hadiah lomba diserahkan saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LDII DIY 2023 pada Minggu (26/11/2023) di aula Kompleks Masjid Al Fattah Kadirojo II, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Hadiah diserahkan langsung kepada pemenang lomba oleh Sekretaris Umum DPP LDII H. Dody Taufiq Wijaya, Ak., M.Com., CA. didampingi Ketua DPW LDII DIY Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi DIY Kusno Wibowo, S.T., M.Si.

Kusno mengapresiasi LDII yang mewujudkan aksi nyata atas kepeduliannya terhadap lingkungan hidup. Sementara Atus mengungkapkan bahwa karya yang dilombakan sejalan dengan beberapa program yang diluncurkan LDII DIY khususnya dalam menangani masalah sampah dan perubahan iklim.

“Program amal saleh yang dijalankan LDII DIY antara lain Dari Sampah Jadi Jariyah (2022), Dai Program Kampung Iklim (ProKlim), Kyai Peduli Sampah, Jugangan Ing Omah (Jugangin Om) dan Sedekah Sampah Akbar,” ujarnya.

Rakerwil LDII DIY
Hasan Saifulloh (kanan) menerima hadiah lomba lingkungan hidup DPP LDII sebagai juara 1 kategori karya tulis.

Sementara itu, Hasan Syaifulloh mengapresiasi kepada pengurus DPP LDII atas terselenggaranya lomba lingkungan hidup yang pertama kali. “Semoga ke depannya bisa terus diselenggarakan kembali,” katanya.

Hasan menambahkan, ia mengikuti lomba atas nama tim (Tim Pepeling) mewakili Pondok Pesantren Mahasiswa Ar Royan Baitul Hamdi Yogyakarta. Ia dan timnya merasa sangat senang dan tidak menyangka karya tulisannya bisa memenangkan lomba mengalahkan karya-karya hebat para peserta lainnya. “Saat pendataan yang dilakukan oleh panitia kami rasa akan sangat sulit untuk menang, tapi Alhamdulillah diqodar menang dan terpilih sebagai Juara 1,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan alasan mengikuti lomba itu karena dilandasi keprihatinannya di Jogja yang sedang darurat sampah beberapa bulan terakhir. Juga masyarakat banyak yang membuang sampah sembarangan (contoh di dekat: Bengkel PT KAI) padahal bukan tempat sampah.

“Nah dari situ kami berpikir bagaimana ya caranya untuk menangani masalah itu dalam jangka waktu ke depan, sementara Indonesia digadang-gadang meraih bonus demografi pada 2045. Maka dari itu harus diimbangi juga dalam hal lingkungan hidup,” ujarnya.

Mahasiswa jurusan kependidikan dan timnya yang merupakan mahasiswa jurusan teknik ini akhirnya berdiskusi dan me-match-kan ide. Muncullah ide untuk membuat suatu progam, lalu mereka berdiskusi kembali dan akhirnya sasaran progamnya diputuskan untuk dilakukan mulai dari tingkat pendidikan dini.

Menurutnya, pendidikan dini merupakan usia golden age sehingga relatif mudah ditanamkan pembelajaran dan akan membekas. “Pikir kami, kalau ingin merubah yang sudah dewasa akan sulit karena sudah terlanjur, jadi dari usia dini harus dibekali sehingga nanti ketika usia dini ini sudah dewasa bisa memutus rantai-rantai perilaku negatif,” paparnya.

Hasan berharap, karyanya bisa ditindaklanjuti untuk betul-betul diterapkan di dalam pendidikan usia dini, sehingga tidak hanya menjadi ide semata. “Mungkin bisa dimulai dari PAUD atau Taman Kanak-kanak di bawah naungan LDII, sehingga bisa terwujud nyata dan bisa bermanfaat,” pungkasnya.

Check Also

Hari Santri Nasional

Peringati HSN, DPP LDII Ingatkan Peran Santri dan Adaptasi Zaman

Jakarta (24/10). Setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN) untuk mengenang jasa para …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *