
Sleman (3/10). M. Fatan Ahfi Putra, seorang anak desa yang juga generasi muda LDII DIY, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk menembus dunia internasional. Lahir dari keluarga sederhana, Fatan sempat dihadapkan pada ketidakpastian biaya kuliah.
Namun, semangatnya yang tak padam, ditopang dengan ridho orang tua yang mengajarkan satu hal, mimpi akan menjadi sangat spesial jika diperkuat dengan sholat tahajud dan effort. Dua hal ini menjadi kekuatan utama dalam menggapai mimpi.
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mencuri perhatian melalui video reels inspiratif yang ia unggah di akun Instagramnya, @ahfifatan. Video tersebut, berisi gagasan visioner seputar masa depan generasi muda, berhasil meraih skor tertinggi dalam ajang kompetisi bergengsi.
Hasilnya bukan sekadar penghargaan—Fatan mendapatkan kesempatan langka untuk belajar bahasa Prancis langsung di negeri asalnya, tepat pada momen Natal 2025. Institut Français d’Indonésie (IFI) mendanai penuh program ini, mulai dari biaya kursus, tiket pulang pergi Indonesia-Prancis, visa Schengen, hingga asuransi kesehatan, semua senilai €2.350.
“Kesempatan ini bukan hanya tentang belajar bahasa, tapi juga tentang membuktikan bahwa anak muda desa pun bisa bersaing di panggung dunia. Kuncinya ada pada niat, usaha, dan keberanian untuk mencoba,” ujar Fatan.
Melalui pencapaian ini, Fatan ingin menginspirasi lebih banyak generasi muda LDII, khususnya di daerah, bahwa mimpi besar bisa diraih jika dibarengi dengan akhlak, kerja keras, dan doa. Ia berharap jejak langkahnya bisa menjadi jalan pembuka bagi lebih banyak pemuda Indonesia untuk tampil dan berkontribusi di tingkat global.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta