
Yogyakarta (26/07) – Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW LDII DIY dibuka oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Faishol Muslim, mewakili Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM), Minggu (26/7). Dalam kesempatan tersebut, Faishol membacakan sambutan tertulis Gubernur DIY yang menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) profesional religius sebagai fondasi kemajuan organisasi dan pembangunan daerah.
Dalam sambutan Gubernur DIY, Muswil disebut sebagai momentum strategis bagi organisasi untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja, serta memilih kepemimpinan yang akan mengemban amanah selama lima tahun ke depan.
“Musyawarah hendaknya tidak dipandang sebatas pergantian kepengurusan semata. Musyawarah adalah kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh. Hal-hal yang telah berjalan baik perlu diperkuat, kekurangan yang masih ada perlu diperbaiki, sementara tantangan baru harus dijawab dengan pikiran yang terbuka dan semangat kebersamaan,” ujar Faishol saat membacakan sambutan Gubernur DIY.
Gubernur juga menegaskan bahwa musyawarah merupakan tradisi luhur yang memberi ruang bagi setiap pendapat untuk didengar dan setiap perbedaan diselesaikan dalam semangat mencari kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, keputusan yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai kesepakatan formal, melainkan diwujudkan melalui komitmen yang dijalankan secara konsisten.
Tema yang Sejalan dengan Kebutuhan Pembangunan
Mengusung tema penguatan SDM profesional religius, Muswil VIII LDII DIY dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Menurut Gubernur, profesionalisme harus diimbangi dengan nilai-nilai religius agar setiap kompetensi yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Profesionalisme membutuhkan kecakapan, kedisiplinan, dan kesungguhan. Sementara nilai religius memberikan landasan moral agar setiap kecakapan dipastikan digunakan untuk kemaslahatan,” papar Faishol.
Lebih lanjut, Gubernur berharap semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. seperti pelestarian lingkungan, pelestarian budaya, penguatan ketahanan keluarga, pembinaan generasi muda, serta peningkatan kerukunan sosial.
Gubernur DIY juga berharap Muswil VIII LDII DIY mampu menghasilkan kepemimpinan yang amanah, program kerja yang realistis, serta arah organisasi yang semakin selaras dengan pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kepengurusan yang terpilih hendaknya mampu merangkul seluruh unsur organisasi dan sekaligus memperluas manfaat Lembaga Dakwah Islam Indonesia bagi masyarakat,” tutup Faishol.
Muswil VIII menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus menetapkan kepemimpinan dan arah program kerja LDII DIY masa bakti 2026–2031.
Penulis: Rara
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta