Muswil VIII LDII DIY Evaluasi Capaian Lima Tahun dan Rumuskan Program Strategis 2026–2031

Capaian 5 tahun masa bakti 2021-2026
Atus Syahbudin memaparkan capaian pengurus DPW LDII DIY periode masa bakti 2021-2026

Yogyakarta (26/7). Ketua DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2021–2026, Atus Syahbudin menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan selama lima tahun terakhir. Laporan ini disampaikan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII DIY yang digelar di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja periode 2021–2026 serta menyusun arah kebijakan organisasi dan memilih kepengurusan baru periode 2026–2031. Atus Syahbudin selain menjabat sebagai Ketua DPW LDII DIY periode ini juga merupakan akademisi di bidang kehutanan. Selama masa kepemimpinannya ia mengarahkan berbagai program LDII DIY agar selaras dengan agenda pembangunan daerah maupun pembangunan berkelanjutan.

Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa kepengurusan periode 2021–2026 tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga memperkuat kontribusi organisasi. Kontribusi ini melalui pendidikan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi, penguatan karakter generasi muda, serta kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Menurut Atus, berbagai program tersebut dirancang untuk mendukung visi pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta. Visi ini mengambil konsep Panca Mulia yang dipadukan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. “Kami berusaha memulai program-program LDII yang selaras dengan Panca Mulia Pemerintah Daerah DIY dan SDGs sehingga apa yang menjadi amanah kami di LDII dapat berjalan seiring dengan program pemerintah daerah maupun pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional,” ujarnya.

Selama periode kepengurusan 2021–2026, DPW LDII DIY melaksanakan banyak program strategis. Di bidang pendidikan, LDII mendirikan sekolah mulai jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas dengan konsep boarding school. Konsep Boarding School ini mengintegrasikan pendidikan formal dan pesantren. Hal ini memperkuat pembinaan generasi muda melalui implementasi 29 karakter luhur dan Satuan Komunitas Pramuka Sekawan berbasis masjid.

Muswil Merupakan Momentum Evaluasi Capaian Organisasi

Pada bidang lingkungan hidup, LDII DIY mengembangkan Kampung Iklim Sangurejo hingga meraih predikat ProKlim Utama. Selain itu, LDII juga memperkuat literasi keuangan syariah serta mengembangkan koperasi syariah dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) serta memperluas sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Seluruh pengurus harian DPW LDII DIY periode 2021–2026 mengikuti Muswil VIII. Turut hadir juga Perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII dari lima kabupaten/kota, perwakilan Pengurus Cabang (PC) se-DIY, serta dihadiri wartawan dari sejumlah media cetak, televisi, dan media daring. Selain menjadi forum evaluasi lima tahunan, Muswil juga bertujuan menyusun program kerja organisasi yang adaptif terhadap tantangan masa depan. Agenda Muswil juga untuk memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet organisasi selama lima tahun mendatang.

Peserta Muswil VIII LDII DI Yogyakarta yang mengikuti mulai dari Tingkat Dewan Pimpinan Daerah hingga Pimpinan Cabang (doc/lines)
Peserta Muswil VIII LDII DI Yogyakarta yang mengikuti mulai dari tingkat Dewan Pimpinan Daerah hingga Pimpinan Cabang (doc/lines)

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menegaskan bahwa Muswil merupakan momentum untuk mengevaluasi capaian organisasi. Momentum ini sekaligus memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjawab tantangan zaman melalui kaderisasi, regenerasi kepemimpinan, dan penguatan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. “Muswil diharapkan menjadi momentum penguatan kontribusi LDII dalam pembangunan daerah sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan nasional,” ujarnya.

Pemerintah Daerah DIY yang diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY H. Faishol Muslim menyampaikan bahwa Musyawarah Wilayah merupakan ruang strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi. memperbarui arah perjuangan, serta menyusun program yang semakin selaras dengan pembangunan daerah.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Singgih Januratmoko mengapresiasi kontribusi LDII DIY dalam pelaksanaan delapan bidang pengabdian untuk bangsa, terutama pada penguatan pendidikan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, dan pembinaan generasi muda. Ia berharap Muswil VIII menghasilkan kepengurusan yang amanah, program kerja yang adaptif, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

 

Penulis: Zula

Check Also

Muswil VIII LDII DIY Dorong Sinergi Panca Mulia dan SDGs Menuju Indonesia Emas 2045

Muswil VIII, Ketua LDII DIY Dorong Program Organisasi Berkontribusi pada Pembangunan Berkelanjutan

Yogyakarta (26/7). Ketua DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Atus Syahbudin, menegaskan komitmen LDII DIY untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *