
Yogyakarta (30/3) – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) LDII X yang akan berlangsung pada 7–9 April, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII terus memantapkan berbagai persiapan.
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa seluruh aspek tengah disiapkan secara serius. Persiapan mencakup materi dan teknis pelaksanaan agar agenda lima tahunan tersebut berjalan optimal.
“Persiapan Munas terus kami lakukan secara intensif, baik dari sisi substansi materi maupun teknis pelaksanaan. Ini agar Munas X berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Munas X memiliki arti penting sebagai forum strategis untuk menentukan arah kebijakan organisasi ke depan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi LDII dalam mendukung pembangunan nasional.
Dalam rangka menyukseskan Munas, KH Chriswanto mengimbau seluruh pengurus LDII di berbagai tingkatan. Ia meminta momentum Idul Fitri dimanfaatkan untuk mempererat hubungan dengan berbagai pihak di daerah.
Senada dengan himbauan Ketum DPP, Ketua DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta, Atus Syahbudin, menjadi khotib Sholat Idul Fitri 1447 H. Kegiatan Sholat Idul Fitri tersebut dilaksanakan di halaman Kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Momen ini mencerminkan kerukunan dan hubungan harmonis antar umat beragama di Yogyakarta.

Tidak hanya di Universitas Sanata Dharma, Sholat Idul Fitri juga dilaksanakan di halaman SMP Pangudi Luhur Yogyakarta. Sekretaris DPW LDII DIY, H Gathot Wardoyo menjadi Khotib Sholat Idul Fitri di SMP Tersebut.
Momentum Idul Fitri untuk memperkuat Sinergi dengan Berbagai Pihak
Melalui hubungan tersebut, diharapkan terbangun komunikasi yang baik. Baik pemerintah, antar umat beragama, Tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami meminta seluruh pengurus LDII untuk bersilaturahim dengan pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan stakeholder lainnya. Dari situ, kita bisa menyerap berbagai masukan yang nantinya akan menjadi bahan penting dalam Munas,” jelasnya.
Menurutnya, aspirasi dari berbagai daerah tersebut akan menjadi bahan penting dalam pembahasan Munas, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“LDII ingin hadir sebagai organisasi yang responsif dan solutif. Oleh karena itu, masukan dari berbagai pihak sangat penting agar program kerja ke depan semakin tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga berharap momentum Idul Fitri dapat memperkuat sinergi antara LDII dengan pemerintah, tokoh masyarakat, alim ulama, serta berbagai elemen bangsa lainnya dalam menjaga persatuan dan mendukung percepatan pembangunan.
“Munas X tidak hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kontribusi LDII dalam membangun bangsa yang harmonis, maju, dan berdaya saing,” pungkasnya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta