
Yogyakarta (24/11). Departemen Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) DPP LDII menghelat Workshop Generasi Tangguh Finansial Dari Literasi Keuangan ke Bisnis Online Kreatif, pada Minggu (23/11). Berlangsung di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Yogyakarta, DPW LDII DIY bertindak sebagai pelaksana kegiatan.
Ketua DPP LDII Bidang EPM Ardito Bhinadi dalam sambutannya menjelaskan, generasi tangguh finansial adalah generasi muda yang produktif bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk memiliki usaha yang kreatif. “Dengan demikian, generasi muda bisa lebih mandiri untuk dirinya sendiri, keluarganya dan mandiri untuk bangsa,” ujarnya.
Workshop ini, ungkap Ardito, dilatarbelakangi gaya hidup konsumtif yang berkembang di era digital. Maraknya gaya hidup You Only Live Once (YOLO) dan Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan generasi muda saat ini, Departemen EPM mengajak warga LDII untuk bisa melaksanakan gaya hidup hemat (frugal living) demi kemandirian finansial.
Workshop ini ditujukan bagi generus yang sudah memasuki usia menikah dan pasangan suami istri usia muda. “Untuk itu, generasi muda diharapkan dapat menerapkan mujhid muzhid, kerja cerdas, hidup hemat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas di dunia dan di akhirat,” imbuh Ardito.
Ia menambahkan, untuk mewujudkan gaya hidup hemat (frugal living) setiap pengeluaran diperhitungkan secara cermat dari pendapatan yang mereka peroleh secara halal, legal, dan masuk akal. “Juga jangan lupa sodaqoh,” tandasnya.
Ardito selanjutnya berbagi tips dalam mewujudkan generasi tangguh finansial. Pertama, meningkatkan literasi yang berkaitan dengan ekonomi syariah maupun ekonomi digital yang saat ini sedang marak. Kedua, bergabunglah dengan grup-grup yang produktif, halal, legal dan berhasil sehingga bisa belajar dari para seniornya yang sudah sukses.
“Agar kita juga bisa melakukan hal yang sama dengan prinsip amati, tiru, modifikasi. Kemudian dengan ide yang orisinil, insya allah generasi kita akan tumbuh menjadi generasi yang lebih cerdas secara finansial tapi juga cerdas dalam urusan sodaqohnya,” paparnya. Sehingga ia akan menjadi generasi yang tangguh finansial, mandiri finansial dan bisa sodaqoh untuk kemaslahatan umat.
Sementara itu, Vice President Small Medium Enterprise (VP SME) BSI Nana Suryana berkomitmen dan mendorong agar UMKM warga LDII naik kelas. Ia mengungkapkan, ada empat UMKM Center BSI yang berada di Makassar, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya. “Itu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan UMKM,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, terdapat pula kegiatan-kegiatan BSI yang bisa mendorong tumbuhnya wirausaha muda di Indonesia dan peningkatan skala bisnis UMKM. “Jadi tidak hanya pelatihan pendampingan, akses pembiayaan pun silakan warga LDII ke BSI untuk pendanaan, kami sangat terbuka, insya allah kami layani dengan baik,” katanya.
Ia pun mengapresiasi workhsop yang digelar DPP LDII. Menurutnya, acara ini bermanfaat untuk meningkatkan literasi dan keinginan untuk berwirausaha. “Di era digital ini diharapkan teman- teman bisa memanfaatkan teknologi yang ada, sehingga anak-anak muda semakin produktif menuju Indonesia Emas 2045, bisa berkontribusi lebih pada bangsa dari sisi ekonomi,” pungkasnya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta