SLEMAN (23/2) – Ustadz LDII Endri Sulistyo yang juga Anggota Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPW LDII DIY memimpin doa dalam acara Doa Bersama Lintas Agama di Taman Wisata Candi Prambanan. Mewakili pemuka agama Islam yang hadir on the spot, doa bersama juga dilantunkan pemuka agama lain, di antaranya Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Doa Bersama Lintas Agama yang mengangkat tema “Bumi Rumah Bersama, Satukan Tangan Hadapi Perubahan Iklim dan Pandemi Covid-19” ini diinisiasi oleh Aliansi Mahasiswa Nusantara. Lahir pada saat awal pandemi di Indonesia, aliansi ini terdiri dari alumni/mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di Yogyakarta, berasal dari nusantara, Sumatera hingga Papua.
Kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dilaksanakan secara live on the spot dan streaming melalui zoom dan YouTube. Dibuka oleh Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dihadiri Wakil Menteri LHK Alue Dohong, M.Sc., Ph.D., Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Edy Setjiono, Penghageng Kraton Yogyakarta GKR Bendara, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf Henky Manurung yang hadir virtual dan beberapa pemuka agama.
Menurut perwakilan Aliansi Mahasiswa Nusantara Altingia Arie, doa bersama yang diejawantahkan oleh para mahasiswa dari berbagai daerah, pemuka agama, pemangku kebijakan, pemerhati lingkungan, pelaku pariwisata dan UMKM, sebagai salah satu wujud bahwa kita mendekatkan diri kepada Tuhan, seiring dengan semua ikhtiar yang dilakukan dalam menghadapi ujian krisis iklim dan pandemi Covid-19.

“Melalui kegiatan ini, bersama kami merangkul yang sedang berjarak, berusaha menautkan tangan untuk tetap gotong royong, membantu sesama tanpa memandang suku, agama, ras, dan budaya, merengkuh hati yang tidak bisa berjumpa sanak saudara, penghibur bagi mereka yang hampir hilang asa,” ujar Altingia.
Selain doa bersama, ditampilkan pula teatrikal nusantara berupa performance art terkait perubahan iklim dan pandemi Covid-19 yang diperankan oleh teman-teman Aliansi Mahasiswa Nusantara. “Peserta juga diberikan souvenir bibit tanaman,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., yang turut hadir pada kegiatan tersebut menyambut baik acara Doa Bersama Lintas Agama. “Acara ini baik sekali. Sebagai hamba Allah, kita wajib memanjatkan doa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah sebagai satu-satunya zat yang berhak disembah, tentu ikhtiar terus dilakukan, seperti mengamalkan prokes 10 M sebagaimana yang digaungkan oleh DPP LDII,” ungkapnya.
Protokol kesehatan 10 M di antaranya memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan memakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, makan makanan yang bergizi dan minum vitamin, melakukan olahraga, mengusahakan hati bisa selalu gembira dan tidak stres, memperbanyak ibadah dan berdoa, memasrahkan diri kepada Allah dan khusnudzon billah.
“Selain itu, kita pun seyogyanya peduli dan berkomitmen menjaga kelestarian bumi,” katanya yang juga Dosen Fakultas Kehutanan UGM.
LDII DIY turut pula mendorong warganya guna pilah pilih sampah dalam program sampah jadi jariyah, penanaman untuk mendukung kesejahteraan keluarga dan UMKM kain ecoprint, “Termasuk dakwah LDII membina orang iman yang cinta kebersihan lingkungan dan hemat dalam bersuci,” imbuhnya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta