Prof. H. Muhammad Kembali Pimpin DMI DIY, LDII Ucapkan Selamat dan Paparkan Inovasi Memakmurkan Masjid

Prof. H. Muhammad kembali dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa khidmat 2026–2031, Foto: DMI
Prof. H. Muhammad kembali dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa khidmat 2026–2031, Foto: DMI

Yogyakarta (27/9) – Prof. H. Muhammad kembali dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk masa khidmat 2026–2031. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PW DMI DIY yang digelar di Aula Gedung DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (26/9/2026).

Sekretaris DPW LDII DIY, Gathot Wardoyo, hadir dalam Muswil tersebut mewakili LDII DIY. Sekitar 100 peserta mengikuti Muswil tersebut, terdiri atas unsur Pengurus Pusat DMI, PW DMI, Pengurus Daerah (PD) DMI, Masjid Raya, Masjid Agung, serta perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Muswil menjadi momentum bagi DMI DIY untuk mengevaluasi kepengurusan periode 2021–2026 sekaligus merumuskan arah organisasi lima tahun mendatang. Kegiatan mengangkat tema “Penguatan Peran Masjid Berbasis Budaya dan Digital untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Kemandirian Peradaban di Yogyakarta”.

Ketua Panitia Muswil PW DMI DIY, Harsoyo, mengatakan Muswil tidak hanya menjadi ruang pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya. “Forum ini menjadi momentum menyusun program strategis untuk lima tahun ke depan, khususnya dalam bidang sosial, ekonomi, dan pemberdayaan umat,” tegasnya.

Sejumlah agenda dibahas dalam Muswil. Di antaranya penyampaian pertanggungjawaban PW DMI DIY periode 2021–2026, penyusunan pokok-pokok program kerja strategis, serta perumusan rekomendasi Muswil.

Pembukaan Muswil dilakukan oleh Gubernur DIY yang diwakili Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat, Tri Sumardiyati. “Pemerintah Daerah DIY menekankan pentingnya masjid sebagai ruang yang mampu menumbuhkan semangat gotong royong, membangun keluhuran budi, serta membuka cakrawala masyarakat melalui pemanfaatan teknologi,” ungkapnya.

Masjid juga diharapkan turut menciptakan Yogyakarta yang aman, nyaman, dan kondusif. Hal tersebut penting mengingat DIY merupakan daerah berbasis budaya dan pariwisata yang dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan DIY Ahmad Syauqi Soeratno, menegaskan posisi strategis masjid sebagai ruang pemberdayaan umat sekaligus penguatan pilar kebangsaan. “DMI perlu mendorong tata kelola masjid yang semakin baik dan mengembangkan masjid sebagai penggerak ekonomi, pusat pendidikan, ruang interaksi sosial, serta tempat penyelesaian persoalan masyarakat,” ungkap KH Syauqi.

Ketua PP DMI, Irjen Pol. Guntur Laupe, juga menyoroti kompleksitas kehidupan masyarakat modern yang menjadi tantangan bagi DMI dan para pengurus masjid. Karena itu, masjid perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pusat pembinaan umat.

Sekretaris DPW LDII DIY, Gathot Wardoyo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muswil PW DMI DIY. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2031 dapat semakin memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Lebih lanjut, Gathot menyampaikan bahwa LDII telah berkontribusi dalam memakmurkan masjid melalui tiga program unggulan. “Pertama, Green Masjid yang menerapkan konsep ramah lingkungan lewat efisiensi energi dan pengelolaan sampah,” kata Gathot.

“Selanjutnya yautu menjadikan masjid sebagai Pusat Kegiatan Sako Pramuka Sekawan Persada Nusantara (SPN) untuk membentuk karakter generasi muda yang religius dan berjiwa kepemimpinan. Yang ketiga, inovasi Program Memanen Air Hujan (Rainwater Harvesting) untuk kebutuhan wudhu dan operasional, sebagai langkah konkret konservasi air tanah,” papar Gathot.

“Masjid di Yogyakarta harus menjadi contoh. Berbasis budaya Ngayogyakarta yang adiluhung, berbasis digital untuk menjangkau jamaah milenial, dan berdaya secara ekonomi dan lingkungan. Tiga program yang kami jalankan ini adalah ikhtiar LDII, dan sejalan dengan program DMI,” pungkasnya.

Check Also

Foto Bersama Muhammad Wirmon Samawi dengan Ustadz Endri usai Ujian Promosi Doktor di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Foto: LINES

Muhammad Wirmon Samawi Raih Doktor Cum Laude, Teliti Pandangan Aktivis Muslim DIY terhadap Perbankan Syariah

Yogyakarta (13/8) — Muhammad Wirmon Samawi meraih gelar Doktor Studi Islam dari Program Pascasarjana UIN …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *