Dihadiri Bupati, Perempuan LDII Sleman Gelar Seminar Penanggulangan Stunting

Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo Mengisi Materi Seminar Penanggulangan Stunting DPD LDII Sleman
Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo Mengisi Materi Seminar Penanggulangan Stunting DPD LDII Sleman

Sleman (9/7) – Perempuan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sleman menggelar seminar dengan tema “Pemberdayaan Peranan Wanita dalam Penanggulangan Stunting pada Anak” di Aula Rumah Dinas Bupati Sleman pada Minggu (9/7/2023). Dihadiri Bupati Sleman, kegiatan ini merupakan upaya dalam mengatasi masalah stunting yang menjadi perhatian nasional.

Pada tahun 2022, angka stunting nasional mencapai 21,8%. Pemerintah menargetkan angka ini turun menjadi 14% pada tahun 2024. Di Kabupaten Sleman, angka stunting pada tahun 2021 mencapai 8,92% dan terus menurun menjadi 6,88% pada tahun 2022.

Meskipun angka stunting di Kabupaten Sleman sudah melampaui target nasional, Hj. Wastuti, B.A., Ketua Perempuan LDII Kabupaten Sleman, mengajak perempuan-perempuan untuk terus berupaya mencegah stunting. “Mari kita terus berupaya menurunkan angka stunting melalui edukasi tentang pencegahan stunting pada anak,” ujarnya.

Bupati Kabupaten Sleman, Dra. Kustini Sri Purnomo menekankan bahwa perempuan, sejak menikah dan mengandung, harus memperhatikan asupan gizi bagi anak-anak. “Makanan bergizi tidak harus mahal. Telur, lele, ikan, dan sumber protein lainnya dapat menjadi pilihan yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan gizi anak,” ungkap Kustini.

Lebih lanjut, Kustini menegaskan pentingnya asupan gizi keluarga. “Dengan memperhatikan asupan gizi, diharapkan para ibu dapat mendidik putra putrinya menjadi generasi emas yang berkualitas,” tandasnya. Bupati yang menjabat sejak 2021 ini juga berharap angka stunting di Kabupaten Sleman dapat turun hingga 3% pada tahun 2025.

Masalah stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sleman atau satu keluarga saja. “Harapan saya, semua pihak dapat bekerja sama untuk penanggulangan stunting. Setiap orang harus peduli terhadap penanggulangan stunting,” pungkas Kustini.

Dalam seminar ini, Perempuan LDII Sleman memposisikan diri sebagai agen perubahan dalam mendorong perempuan untuk berperan aktif dalam penanggulangan stunting pada anak. Dengan membangun kesadaran dan memberikan pengetahuan tentang gizi yang seimbang, diharapkan dapat menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

Check Also

Sako SPN DIY

Tingkatkan Kapasitas Pembina, Sako SPN DIY Gelar Pelatihan Kepramukaan

Sleman (25/4). Dalam rangka meningkatkan kapasitas pembina gugus depan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *