LDII Dukung Pemilu 2024 dengan Netralitas dan Komitmen pada Persatuan Bangsa

Jakarta (4/8) – Dalam upaya menguatkan karakter bangsa dan menghindari polarisasi politisasi identitas, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menegaskan bahwa LDII sebagai ormas Islam tetap netral dalam Pemilu 2024. Dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (3/8), KH Chriswanto menyatakan bahwa LDII bukanlah pendukung partai tertentu, namun mengajak warganya untuk menggunakan hak politik dengan bijak.

KH Chriswanto Santoso mengungkapkan pandangannya di depan wartawan, didampingi oleh Sekretaris Umum Dody Taufik Wijaya. Ia menegaskan, “Selain mengajak warga kami untuk menggunakan hak pilih mereka, kami juga berkomitmen untuk menjamin bahwa Pemilu 2024 berjalan dengan damai dan aman.” KH Chriswanto juga melaporkan upaya LDII dalam memastikan Pemilu berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan polarisasi akibat identitas politik.

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, KH Chriswanto menginformasikan langkah-langkah yang diambil oleh LDII untuk memastikan Pemilu 2024 yang damai dan terhindar dari polarisasi. LDII bersama PP Muhammadiyah telah berkomitmen untuk mencegah politisasi identitas yang bisa merusak persatuan dan kesatuan. “Kami dan PP Muhammadiyah memiliki komitmen yang kuat agar warga kami tidak terjebak dalam polarisasi identitas atau kampanye politik yang bersifat populis,” tambahnya.

Konferensi Pers di Istana, LDII Dukung Pemilu 2024 dengan Netralitas dan Komitmen pada Persatuan Bangsa
Konferensi Pers di Istana, LDII Dukung Pemilu 2024 dengan Netralitas dan Komitmen pada Persatuan Bangsa

KH Chriswanto menegaskan bahwa netralitas LDII dalam Pemilu juga didukung oleh konsultasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Konsultasi ini penting mengingat beberapa warga LDII yang juga menjadi calon legislatif. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga tempat ibadah seperti masjid agar tidak menjadi tempat kampanye politik yang tidak tepat.

KH Chriswanto juga berbicara tentang persiapan untuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII yang akan datang pada November 2023. Ia mengungkapkan rencana untuk mengundang berbagai pejabat negara seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Agama, Panglima TNI, Kapolri, Kejaksaan Agung, dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai pembicara dalam acara tersebut.

Dalam mengakhiri konferensi pers, KH Chriswanto juga membagikan informasi tentang kerja bakti nasional yang diadakan oleh LDII dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia. Warga LDII dari seluruh Indonesia bergotong-royong membersihkan berbagai tempat seperti masjid, TPQ, lingkungan sekitar, dan fasilitas umum lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaga lingkungan yang bersih dan mempromosikan semangat gotong-royong sebagai nilai Pancasila yang mesti dipegang teguh oleh masyarakat.

Check Also

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat memaparkan Materi pada Munas X LDII 2026

Fadli Zon dan Abdul Mu’ti Tekankan Peran Budaya dan Pendidikan di Munas X LDII

Jakarta (9/4) — Pada gelaran Munas X LDII, Fadli Zon Menteri Pendidikan Fadli Zon menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *