
Jakarta (9/4) — Pada gelaran Munas X LDII, Fadli Zon Menteri Pendidikan Fadli Zon menjadi salah satu Pemateri. Beliau menegaskan budaya sebagai kekuatan strategis dan fondasi karakter bangsa. Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat kebudayaan dunia melalui kekayaan budaya dan diplomasi internasional. Abdul Mu’ti menyoroti kesenjangan pendidikan dan pentingnya pemerataan akses pendidikan berkualitas. Pemerintah mendorong digitalisasi pendidikan dan penguatan karakter generasi muda melalui berbagai program. Tantangan generasi muda mencakup kecanduan media sosial, perundungan daring, dan krisis kepercayaan diri. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan organisasi keagamaan dinilai penting dalam membangun ketahanan bangsa.
Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi karakter sekaligus kekuatan strategis bangsa dalam membangun masa depan “Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga driving force untuk membentuk masa depan bangsa. Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa yang disebut sebagai megadiversity,” ujarnya.
Fadli Zon menjelaskan, kekayaan budaya Indonesia tercermin dari keberagaman 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, serta berbagai warisan budaya dan cagar budaya nasional. Menurutnya, potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengaruh global, sebagaimana dilakukan negara lain melalui industri budaya mereka.
“Indonesia perlu memiliki gelombang budaya sendiri agar dikenal dunia. Ini adalah amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 32 UUD 1945, bahwa negara harus memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa Indonesia tidak hanya sebagai nation state, tetapi juga civilization state yang memiliki sejarah panjang. Hal ini dibuktikan melalui berbagai temuan arkeologis, termasuk lukisan purba tertua di Sulawesi serta jejak awal masuknya Islam di Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang membentuk Kementerian Kebudayaan sebagai lembaga mandiri, sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan budaya nasional.
Pentingnya Pembentukan Karakter Generasi Muda
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menyoroti pentingnya reformasi pendidikan untuk menjawab tantangan global dan nasional. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
“Kesenjangan pendidikan masih menjadi tantangan besar. Banyak anak Indonesia belum mendapatkan akses pendidikan yang layak, baik karena faktor ekonomi, geografis, maupun sosial,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana, serta digitalisasi pembelajaran. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui distribusi perangkat interactive flat panel (IFP) ke berbagai sekolah di Indonesia.
Selain penguatan infrastruktur, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yang mencakup kedisiplinan, kesehatan, religiusitas, serta keaktifan dalam belajar dan bermasyarakat.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti kecanduan media sosial, perundungan daring, serta krisis kepercayaan diri dan spiritualitas.
“Banyak generasi muda mengalami kecemasan, bahkan kehilangan arah. Ini menjadi tantangan serius yang harus kita jawab bersama,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan kerja sama semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Penguatan karakter dan cinta tanah air harus melibatkan semua pihak, termasuk ormas keagamaan,” tambahnya.
Baik Fadli Zon maupun Abdul Mu’ti sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global. Budaya berperan sebagai perekat bangsa, sementara pendidikan menjadi fondasi dalam mencetak generasi unggul.
Melalui sinergi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tampil sebagai bangsa yang berdaya saing tinggi dengan identitas budaya yang kuat serta sumber daya manusia yang berkualitas.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta