LDII dan Pemerintah Melalui Kemenbud Jalin MoU untuk Dorong Penguatan Budaya Nasional

MoU Kementerian Kebudayaan dengan LDII untuk Budaya berbasis Keagamaan dan Pembangunan Museum
MoU Kementerian Kebudayaan dengan LDII untuk Budaya berbasis Keagamaan dan Pembangunan Museum (dok/lines)

Jakarta (9/4) — Penguatan budaya sebagai bagian dari ketahanan nasional menjadi fokus kerja sama antara Kementerian Kebudayaan RI dan LDII. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Munas X LDII yang diselenggarakan di Ponpes minhajurrosyidin. MoU ini mendorong kolaborasi berbasis pemberdayaan masyarakat dan nilai keagamaan. MoU tersebut juga memperkuat peran budaya dalam menghadapi tantangan global.

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menegaskan kerja sama tersebut sebagai langkah strategis.
Langkah ini bertujuan memperkuat soft power budaya sebagai bagian dari ketahanan nasional.

“Nah, kita harus memperkuat ini. Ini tanggung jawab bukan hanya negara, tapi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia termasuk LDII. Maka kita di sini semakin terbuka, semakin melihat, kita siap membantu Pak Menbud dalam rangka memperkuat ketahanan nasional yang berdaulat melalui sisi budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menilai langkah LDII sangat relevan di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Ia mengapresiasi tema Munas X LDII yang mengangkat isu geopolitik dan ketahanan nasional.

Menurutnya, situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah, memiliki dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari sektor energi hingga ekonomi.

“Tema geopolitik dan ketahanan nasional sangat tepat dibahas sekarang. Apa yang terjadi di Timur Tengah memengaruhi kita semua, mulai dari harga energi hingga ekonomi sehari-hari,” ungkap Menbud pada Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan bahwa dinamika global tidak bisa dipisahkan dari kondisi nasional, sehingga diperlukan strategi komprehensif. Budaya memiliki peran penting, tidak hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai kekuatan strategis membangun peradaban.

Kontribusi LDII dalam Penguatan Budaya Nasional

Fadli Zon juga menilai LDII memiliki potensi besar sebagai mitra pemerintah. Dengan jaringan yang tersebar di berbagai wilayah serta dukungan institusi pendidikan, LDII dinilai mampu berkontribusi dalam penguatan budaya nasional.

“Melalui budaya, kita tidak hanya memperkuat identitas bangsa, tapi juga menyiapkan generasi yang tangguh, beradab, dan mampu berkontribusi pada perdamaian global. Sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti LDII menjadi kunci dalam membangun peradaban yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Menbud.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat mendorong berbagai program kolaboratif, termasuk rencana pembangunan museum yang akan dikelola LDII. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi sarana pelestarian sekaligus pengembangan budaya nasional.

“Saya yakin tadi karena jaringan LDII banyak, kita bisa bersama-sama, ada usulan termasuk museum, dan saya juga apresiasi generus LDII yang pencak silatnya banyak prestasinya kita lihat tadi, diumumkan mulai dari Seagames, PON, dan lain-lain. Jadi kita sangat senang sekali bahwa LDII juga memperhatikan dan memajukan kebudayaan. Terima kasih,” ujar Menbud.

Kerja sama ini sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam memanfaatkan budaya sebagai kekuatan pembangunan bangsa. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang profesional, religius, dan mampu bersaing di tingkat global.

Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan, penguatan budaya diharapkan tidak hanya menjaga identitas nasional, tetapi juga menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Check Also

Menteri Haji dan Umrah RI: Tema Munas X Selaras dengan Visi Presiden

Jakarta (7/4) — Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochamad Irfan Yusuf, mengajak LDII menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *