Kulon Progo (22/12) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Roadshow Sosialisasi dan KIE Pencegahan Stunting. Dengan mengusung tema “Menyongsong Hari Ibu dengan Semangat dan Tekad dalam Percepatan Penurunan Stunting Menuju Generasi Cerdas, Keluarga Berkualitas, Indonesia Emas“, kegiatan berlangsung di Hotel King, Wates, Kulon Progo, pada Jumat (22/12) bertepatan dengan momentum Hari Ibu tahun 2023.
Bertindak sebagai Keynote Speaker Kepala BKKBN DR. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Hadir pula Kepala DPRD Kabupaten Kulon Progo Akhid Nuryati, SE dan Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, dr. Sri Budi Utami, M. Kes. sebagai pembicara. Peserta kegiatan ini adalah dewan penasihat DPD, PC, dan PAC serta ratusan remaja LDII di wilayah Kulon Progo.

Hasto menilai, kegiatan ini sudah sangat tepat menggandeng remaja LDII Kulon Progo sebagai peserta. “Di LDII saya tahu betul. Ada program yang namanya UNIK, singkatan dari usia nikah. Di dalam forum ini, para remaja dibekali pengetahuan yang cukup sebagai bekal berumah tangga. Berarti LDII ini aslinya lebih BKKBN daripada BKKBN,” ungkapnya setengah bercanda.
Dalam paparannya yang berjudul “Upaya Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra LDII Kulon Progo”, Hasto menegaskan betapa pentingnya program ini. “Melalui program ini, para remaja disiapkan karakter, mental, hingga kesehatannya. Dengan harapan ketika nanti siap untuk menikah, punya anak, maka mampu untuk mencegah stunting,” tegas Hasto.
Melalui forum ini, Hasto juga menyampaikan harapannya agar BKKBN bisa bekerja sama lebih erat dengan LDII. “Harapan BKKBN bisa MOU dengan LDII, tentunya di tingkat pusat (DPP-red), bisa masuk di program Unik. Pak Pandaya silakan ditindaklanjuti ya. Dari Kulon Progo untuk Indonesia.” tutur Hasto yang menjabat Bupati Kulon Progo periode 2011-2016 dan periode 2016-2019 sebelum diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Kepala BKKBN pada 1 Juli 2019.
Lebih lanjut, Hasto memotivasi pemuda pemudi LDII agar terus mengembangkan diri, mengasah potensi yang dimiliki. “Anda lihat di gambar ini. Kita adalah pemenang, satu dari 20 juta sel yang berlomba, hanya satu sel sperma berhasil masuk ke dalam sel telur, dan akhirnya menjadi manusia. Kita semua sudah dipilih untuk tetap hidup, maka jadikan hidup ini menjadi bermakna. Dan tingkat tertinggi dari kehidupan manusia adalah ketika dia bermanfaat bagi orang lain, ” tandasnya.
Hasto mengapresiasi upaya Kulon Progo dalam menurunkan angka stunting ke 15,8 persen, versi Kementerian Kesehatan. Sementara, menurut versi Dinas Kesehatan Kulon Progo angka stunting turun menjadi 9,4 persen.
Senada dengan Hasto, Ketua DPD LDII Kulon Progo H. Pandaya, S. Pd., M. Pd. sangat mengapresiasi dan bersyukur bisa menjadi mitra BKKBN dalam kegiatan ini. “Alhamdulillah, kami bersyukur sekali dan apresiasi kepada BKKBN atas undangan yang telah diberikan. Kegiatan ini selaras dengan tiga target pembinaan generasi muda LDII yaitu memiliki akhlaqul karimah, alim faqih, mandiri. Tentunya hal ini hanya bisa direalisasikan pada generasi sehat yang tidak stunting, ” tegas Pandaya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta