
Yogyakarta (26/7) – Rangkaian Musyawarah Wilayah VIII DPW LDII DIY telah sukses digelar. Rangkaian kegiatan diawali dengan kegiatan Media Gathering pada Sabtu (25/7/2026). Acara pra-Muswil ini bertujuan mempererat hubungan silaturahmi antara pengurus LDII dengan insan pers di Yogyakarta.
Kegiatan media gathering ini sekaligus untuk sosialisasi visi strategis LDII menjelang pelaksanaan seluruh sidang utama yang berlangsung di hari Minggu (26/7/2026).
Pada hari berikutnya, sidang utama resmi serta rangkaian acara pembukaan Muswil digelar di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Yogyakarta. Para tamu undangan yang terdiri dari jajaran pemerintahan dan tokoh masyarakat di tingkat provinsi sampai Kabupaten/kota turut hadir pada acara yang diadakan LDII DIY 5 tahunan ini.
Rangkaian muswil diawali dengan iringan doa yang dibacakan langsung oleh perwakilan MUI Daerah Istimewa Yogyakarta, KH Syaifuddin Jufri. Acara dilanjutkan dengan penayangan video 5 tahun LDII DIY berkarya serta sambutan oleh Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin.

Atus Syahbudin dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menyongsong Indonesia Emas 2045. Beliau berkomitmen menyelaraskan seluruh program organisasi dengan konsep pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
“Kami berusaha memulai program-program LDII yang selaras dengan Panca Mulia Pemerintah Daerah DIY dan SDGs sehingga apa yang menjadi amanah kami di LDII dapat berjalan seiring dengan program pemerintah daerah maupun pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional,” ujarnya.
Selain itu, Atus mengapresiasi dukungan erat dari berbagai organisasi kemasyarakatan di seluruh wilayah DIY. Sinergi lintas ormas ini menjadi modal sosial penting untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan daerah.
Apresiasi Inovasi Lingkungan dan Pembinaan Karakter Religius
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, turut hadir memberikan sambutan secara langsung. Beliau memuji inovasi pengelolaan sampah berbasis masjid melalui program Kyai Peduli Sampah yang di inisiasi LDII DIY. Program tersebut dinilai menjadi bukti nyata kontribusi moral dan keagamaan LDII terhadap kelestarian alam sekitar.
“Dalam pelestarian lingkungan, LDII hadir dengan inovasi membangun Kampung Iklim (ProKlim) di Sleman dan Kulonprogo. Bahkan LDII mampu mengelola sampah berbasis masjid dengan Program Kyai Peduli sampah. Ini menunjukkan menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan,” jelas Singgih.
Pembukaan resmi Muswil VIII ditandai dengan arahan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang disampaikan oleh Faishol Muslim selaku Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemda DIY. Gubernur DIY menyampaikan arahan dan mendorong LDII untuk terus melahirkan SDM yang profesional dan religius. Pembinaan karakter generasi muda dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Profesionalisme membutuhkan kecakapan, kedisiplinan, dan kesungguhan. Sementara nilai religius memberikan landasan moral agar setiap kecakapan dipastikan digunakan untuk kemaslahatan,” papar Faishol.
Gubernur DIY juga berharap Muswil VIII LDII DIY mampu menghasilkan kepemimpinan yang amanah, program kerja yang realistis, serta arah organisasi yang semakin selaras dengan pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kepengurusan yang terpilih hendaknya mampu merangkul seluruh unsur organisasi dan sekaligus memperluas manfaat Lembaga Dakwah Islam Indonesia bagi masyarakat,” pungkas Faishol.
Sidang Paripurna dan Regenerasi Kepemimpinan Baru
Setelah acara pembukaan selesai, rangkaian Muswil dilanjutkan dengan sidang paripurna dengan agenda laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya. Forum sidang yang dibagi kedalam 3 tempat ini mengevaluasi capaian kinerja lima tahun terakhir dalam mengimplementasikan delapan bidang pengabdian LDII. Evaluasi ini menjadi dasar penting untuk merumuskan arah kebijakan strategis organisasi berikutnya.

Rangkaian sidang kemudian memasuki agenda pemilihan kepengurusan baru serta penyusunan program kerja untuk periode lima tahun mendatang. Seluruh utusan DPD dari kabupaten dan kota aktif memberikan usulan yang membangun. Dinamika sidang berjalan dengan tertib, penuh kebersamaan, dan menjunjung tinggi musyawarah mufakat.
Dalam Sidang Paripurna penutup, Atus Syahbudin kembali terpilih dan dikukuhkan sebagai Ketua DPW LDII DIY. Beliau didampingi oleh Gatot Wardoyo sebagai Sekretaris DPW LDII DIY. Keputusan pengukuhan pengurus periode 2026-2031 ini disahkan secara resmi oleh pengurus DPP LDII yang hadir.

Usai ditetapkan kembali, Atus mengajak jajaran pengurus baru untuk fokus memperkuat sistem regenerasi organisasi. Beliau menjelaskan bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan jangka panjang LDII DIY. Kaderisasi tersebut dipersiapkan secara matang melalui konsultasi intensif bersama Dewan Penasihat di semua tingkatan.
“Siapa pun ketuanya dan sekretarisnya, kita bantu siapkan kader terbaik,” ujar Atus di hadapan peserta. Selain itu, penetapan pengurus saat ini juga menerapkan mekanisme penyerahan daftar riwayat hidup calon.
Muswil VIII LDII DIY resmi ditutup oleh Dody Taufiq Wijaya selaku perwakilan dari DPP LDII. Program kerja hasil dari rangkaian sidang paripurna ini nantinya akan dipertajam kembali melalui rapat kerja kepengurusan berikutnya.
Penulis: Ichsan
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta