Acara Rama Shinta yang diselenggarakan oleh Pemuda LDII wilayah Sleman kembali digelar, kali ini Kalasan menjadi tuan rumah terselenggaranya event tahunan ini. Acara kali ini digelar di dua lokasi, yaitu di Masjid Al – Fatah Kadirojo 2 dan Balai Padukuhan Kadirojo, Purwomartani, Kalasan Sleman

Tema dari Rama Shinta yang Ke-5 ini adalah persiapan pernikahan dan kehidupan berkeluarga. Kegiatan terbagi di dua tempat, acara pertama bertempat di Balai Padukuhan Kadirojo. Para peserta setelah melakukan registrasi diarahkan menuju ke Balai Padukuhan Kadirojo untuk melaksanakan Outbound yang sudah disiapkan panitia, pada sesi outbound ini, peserta mengambil snack terlebih dahulu yang sudah disiapkan oleh panitia, kemudian peserta dibagi kedalam beberapa kelompok. Untuk mengakrabkan suasana dan lebih mengenal satu sama lain, panitia mengacak dan anggota kelompok bukan peserta dari wilayah yang sama. Acara outbound ini berlangsung mulai dari pukul 08.30 – 11.30, setelah selesai Panitia mengarahkan peserta untuk kembali ke lokasi registrasi untuk istirahat sholat dan makan siang.
Acara kedua yaitu Materi kelas yang berlokasi di Masjid Al-Fatah Kadirojo 2. Pada sesi materi kelas ini peserta putra mengikuti di lantai satu dan peserta putri di lantai 2. pada sesi materi kelas ini dibagi menjadi 2 yaitu putra dan putri, ini karena materi yang disampaikan berbeda antara putra dan putri. Pemateri Putra yaitu Drs H Gatot Wardoyo, beliau sebagai konselor serta merupakan sekretaris DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta, selain itu pemateri putra diisi oleh Ustaz Rosyid Kurniawan yang merupakan dewan guru dari Pondok Pesantren Mahasiswa Baitul Hamdi Yogyakarta. Materi dari Putra membahas mengenai Persiapan diri menjadi seorang suami.
Sesi Materi Kelas Putra
Antusias peserta dalam sesi ini terlihat dalam sesi ini, dibuktikan lewat banyaknya pertanyaan – pertanyaan setelah pemateri memaparkan materi, salah satu pertanyaan yang disampaikan oleh peserta adalah bagaimana menyikapi ketika terjadi perselisihan dalam rumah tangga, karena dalam kehidupan rumah tangga pasti ada perselisihan. Rosyid menyampaikan tanggapan, saling mengalah dalam rumah tangga itu sangat diperlukan, “Keporo ngalah itu harus ada, tidak selamanya seorang suami itu merasa menang terus, kalau memang ketika terjadi perselisihan istri banyak ngomongnya, kita sebagai laki – laki ya diam dulu mendengarkan, ketika sudah sama – sama tenang baru dibicarakan dan dicari solusinya, dan jangan malu untuk meminta maaf kepada istri, sekalipun mungkin posisi kita benar, selagi tidak melanggar masalah agama” ungkapnya.

Juga ada pertanyaan mengenai cara mengatasi rasa takut ketika menjelang pernikahan, pada pertanyaan ini, Gatot menyampaikan tanggapannya bahwa menjelang pernikahan pasti ada godaannya,”Cara menyikapi bisikan – bisikan negatif itu adalah dengan melihat hal – hal manfaat yang didapat dari pernikahan, dan juga segala sesuatu itu bisa dilihat dari sisi yang berbeda, contoh ketika kamu melihat keluarga yang ketika menikah dalam keadaan ekonominya baik, maka muncul rasa ragu, tetapi jika kamu melihat keluarga yang menikah dalam keadaan ekonominya pas – pas an bahkan cenderung kurang, maka bisikan – bisikan itu perlahan akan hilang” tandasnya.
Sesi Materi Kelas Putri
Pada sesi materi kelas di bagian putri, acara di pandu oleh Dr. Tika, Sp.KJ dan Ustazah Atina Catur F. Materi yang disampaikan Dr Tika ini mengenai kesiapan mental sebelum menjalani pernikahan “Menikah adalah komitmen jangka panjang. Jangan biarkan ekspektasi yang tidak sesuai menghancurkan kebahagiaan rumah tangga” ungkapnya.

Atina Catur membahas mengenai kesiapan eksternal menjelang pernikahan. Ia menegaskan pentingnya komunikasi dan dialog antara pasangan dan keluarga, khususnya terkait kesiapan menyambut anggota baru, pengelolaan keuangan, serta pembagian tugas dalam rumah tangga. Dia juga menjelaskan “Sebelum menikah, penting bagi pasangan untuk membahas segala hal yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga, seperti rencana finansial, tempat tinggal, dan bagaimana keluarga besar akan berperan dalam kehidupan mereka” ungkapnya.
Meskipun sempat turun hujan, semangat para peserta tetap tinggi. Materi yang disampaikan sangat relevan dan memberikan wawasan mendalam tentang pernikahan, baik dari perspektif agama maupun psikologi. Peserta sangat bersemangat mengajukan pertanyaan dan mencari tips praktis untuk membangun hubungan yang harmonis dan langgeng setelah menikah.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta