
Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DIY, Atus Syahbudin
Dalam kunjungan kerja ke Jogja beberapa waktu lalu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menekankan pentingnya pengembangan museum sebagai sarana pelestarian dan penyebarluasan budaya. Ia menekankan pentingnya menciptakan museum yang hidup, yang tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang publik dan ruang seni.
Fadli Zon menambahkan, konsep ‘open museum’ atau museum terbuka sangat menarik. Dengan adanya museum di ruang terbuka seperti kampung iklim, desa wisata, atau kampus, masyarakat dapat lebih mudah mengakses dan berinteraksi dengan warisan budaya.
Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DIY, Atus Syahbudin mendukung konsep “open museum” ini. Disebutkan Atus bahwa pemberdayaan masyarakat lokal melalui program seperti Kampung Iklim sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dan budaya.
Dosen Fakultas Kehutanan UGM yang juga inisiator Living Museum ProKlim Sangurejo, Sleman ini menyebutkan bahwa di Kampung Iklim Sangurejo banyak kegiatan edukasi lingkungan berbasis museum. “Kami mengintegrasikan berbagai kegiatan edukasi lingkungan dengan konsep museum. Misalnya, kami menunjukkan bagaimana cara memanen air hujan, mengelola sampah, dan memanfaatkan limbah alam menjadi produk yang bernilai estetika,” sebut Atus.
Perlu diketahui, pada bulan Agustus 2024, Sangurejo berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Sebagai Desa Wisata, Sangurejo aktif melakukan kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon, sayur mayur, dan empon-empon. Mereka juga melakukan pembuatan biopori dan pemanfaatan energi terbarukan.
Banyak pemberdayaan masyarakat dilakukan, diantaranya pembentukan sanggar Ecoprint dan Craft Sangurejo (ECSA) dan Kelompok Sedekah Sampah Berbasis Masjid sebagai Lembaga Pengelola Shodaqoh Sampah Remaja Komplek Masjid (LPSS Rekoma).
Atus juga merencanakan, dalam waktu kedepan, setiap kabupaten/kota se-DIY akan dirintis menjadi Kampung Iklim seperti Sangurejo, yang juga berkonsep “open museum”. Mulai dari Kedung Pedhut di Kabupaten Kulonprogo, Desa Kranggan di Kabupaten Bantul, Desa Plosokerep di Kabupaten Gunungkidul dan Umbulharjo di Kota Yogyakarta. Untuk merealisasikan rencana di atas, para pengurus LDII kabupaten/kota siap mewujudkannya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta