Siswa SMP Alkarima Tampil Memukau di Pencak Malioboro Festival 2025

SMP Alkarima
Penampilan siswa SMP Alkarima pada kegiatan Pencak Malioboro Festival 2025, Sabtu (13/9).

Yogyakarta (19/9). Derap langkah pesilat, suara tabuhan musik tradisional, dan sorak-sorai penonton mewarnai suasana sore itu di sepanjang Jalan Malioboro, Sabtu (13/9). Ribuan pesilat dari berbagai daerah berkumpul dalam Pencak Malioboro Festival 2025, sebuah perhelatan akbar yang menjadi ruang untuk melestarikan sekaligus merayakan seni bela diri warisan budaya Indonesia: pencak silat.

Di antara ratusan peserta yang hadir, tampak tujuh siswa SMP Alkarima Boarding School tampil percaya diri membawa nama besar Mutiara Hijau Persinas ASAD. Mereka adalah Mustofa Royan, Muh. Ilyas Hafiludin, Muh. Ilyas Aditama, Danish Hamdan Hibatullah, Affan Dicky Darmawan, Alfan Fadhilah Annur, dan Galang Budi Wiryawan. Ketujuh siswa yang terdiri dari tiga siswa kelas 7 dan empat siswa kelas 8 ini tampil penuh semangat di bawah bimbingan pelatih Persinas ASAD, Darto Winarso.

Festival yang diikuti oleh 55 perguruan silat dari berbagai daerah ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari 6 Jam Pencak Silat Nonstop, Workshop Pencak Silat 2025, Lomba Koreografi Pencak Silat, Lomba Mewarnai Gambar Pencak Silat, hingga puncaknya Kirab Pencak Silat Malioboro. Jalan Malioboro yang ikonik pun berubah menjadi panggung megah bagi para pendekar muda untuk menampilkan kebolehan mereka.

SMP Alkarima
Siswa SMP Alkarima yang tampil pada Pencak Malioboro Festival bersama pelatih Persinas ASAD, Darto Winarso.

SMP Alkarima mendapatkan giliran tampil pada sore hari, dengan durasi penampilan selama lima menit. Meski singkat, penampilan para siswa berhasil memukau penonton. Dengan penuh konsentrasi, mereka memperagakan jurus-jurus khas Persinas ASAD, memadukan keluwesan, ketegasan, dan kekompakan.

Setiap gerakan disambut tepuk tangan meriah dari ratusan penonton yang memadati kawasan Malioboro. “Alhamdulillah, ini pengalaman yang sangat berharga. Bisa tampil di depan banyak orang membuat kami semakin percaya diri, sekaligus melatih mental. Semoga dari acara ini kami bisa mendapatkan keberkahan dan menjadi motivasi untuk terus berlatih,” ungkap Affan Dicky Darmawan, salah satu peserta.

Bagi para siswa, kesempatan tampil di festival sebesar ini tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga melatih keberanian, sportivitas, dan rasa bangga terhadap budaya bangsa. Dukungan dari guru dan teman-teman sekolah turut menambah semangat mereka dalam menampilkan yang terbaik.

Pencak Malioboro Festival 2025 sendiri menjadi bukti bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan juga seni dan budaya yang mampu menyatukan ribuan orang dari latar belakang berbeda. Semangat persaudaraan dan kebersamaan sangat terasa, sejalan dengan nilai-nilai luhur yang selalu dijunjung tinggi dalam pencak silat. (*/CH)

Check Also

PC LDII Tarakan Timur

Pererat Silaturahim, Wali Kota Tarakan Safari Ramadan di Masjid Baitul Nurkholis Naungan LDII Tarakan Timur

Tarakan (15/3). Pemerintah Kota Tarakan kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 H/2026 M. Kali ini, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *