
Sleman (25/4). Dalam rangka meningkatkan kapasitas pembina gugus depan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sako SPN DIY menyelenggarakan Pelatihan Training of Trainer pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Mahasiswa Grha Cendekia Maguwoharjo, Depok, Sleman ini diikuti oleh perwakilan pengurus dan pembina gugus depan dari 4 kabupaten dan 1 kota, serta Dewan Muda Daerah Provinsi DIY.
Ketua Sako SPN DIY, Sarjita, menyampaikan bahwa kegiatan dengan tema “Mari Berkarya Bersama dan Menjadi Insan Berguna bagi Bangsa” ini dilaksanakan dalam rangka revitalisasi gugus depan yang berada di bawah Sako SPN DIY. Menurutnya, setiap gugus depan wajib melengkapi administrasi gugus depannya masing-masing. Pengurus dan pembina yang hadir juga dibekali dengan daftar administrasi apa saja yang harus ada dalam setiap kepengurusan gugus depan.
“Harapannya nanti 42 gugus depan dapat melaksanakan musyawarah gugus dan melengkapi administrasinya masing-masing,” ungkap Sarjita.
Selanjutnya, dalam rangka membentengi generasi penerus bangsa dari paparan konten-konten media sosial yang kurang bermanfaat, Sako SPN DIY juga membekali pembina dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH). Program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini untuk memberikan edukasi dan membatasi anak-anak dalam penggunaan media sosial yang dewasa ini semakin mudah diakses.

“Pencegahan penyalahgunaan media sosial utamanya karena anak-anak semakin mudah mengakses media sosial. Hal ini fungsinya adalah untuk membatasi anak-anak dari pengaruh pergaulan bebas termasuk perkawinan anak, ke depannya nanti juga untuk mencegah terjadinya pernikahan dini,” papar Andalan Sako SPN DIY urusan Penggalang, Sumiyati pada saat memberikan materi.
Agar edukasi berjalan dengan baik, ada berbagai metode edukasi yang dapat digunakan. Salah satunya menggunakan metode kepramukaan yang disampaikan oleh pembina pramuka tersertifikasi, Faqih Arif Saputro.
Faqih menyampaikan, metode kepramukaan dapat digunakan untuk menanamkan pendidikan karakter pada anak. Beberapa metode yang dapat digunakan yaitu metode learning by doing (belajar sambil melakukan), cooperative learning (kegiatan berkelompok, bekerjasama, berkompetisi), challenge based learning (kegiatan menarik dan menantang), dan outdoor activities (kegiatan di alam terbuka).
Selain itu, ada satu metode yang bisa diterapkan dan sudah mencakup semua metode sebelumnya adalah experiential learning (pembelajaran melalui pengalaman langsung). “Pengalaman bisa kita pelajari, lalu bisa kita terapkan untuk mengajarkan karakter. Bisa juga kita mengajak anak-anak untuk merasakan secara langsung pengalaman tersebut, sehingga anak-anak bisa belajar dari situ,” jelas Faqih.
Pelatihan pengurus dan pembina gugus depan Sako SPN ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas para pengurus dan pembina dalam membangun karakter generasi penerus. Selain itu, kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat membantu pengurus dan pembina Sako SPN DIY untuk melengkapi administrasi di gugus depannya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta