Media Gathering Pramuswil, DPP LDII Apresiasi Implementasi Ekoteologi LDII DIY

Sambutan Ketua Umum DPP LDII, KH Dody Taufiq Wijaya pada Media Gathering Pra Muswil VIII LDII DIY
Sambutan Ketua Umum DPP LDII, KH Dody Taufiq Wijaya pada Media Gathering Pra Muswil VIII LDII DIY

Sleman (25/7) – Ketua Umum DPP LDII H. Dody Taufiq Wijaya mengapresiasi keberhasilan DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Keberhasilan ini karena DPW LDII DIY mengimplementasikan dakwah berbasis lingkungan atau ekoteologi selama masa bakti 2021–2026. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan LDII DIY menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berorientasi pada pembinaan keagamaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Dody saat menghadiri Media Gathering Pra Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW LDII DIY di Resto Makan di Sawah, Sleman, Sabtu (25/7). Kegiatan tersebut dihadiri wartawan dari berbagai media cetak maupun daring. Di antaranya Kedaulatan Rakyat, Tribun Jogja, Bernas, Koran Merapi, dan sejumlah media lainnya.

“Muswil menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya. Dari DPP kami melihat DPW LDII DIY telah menjalankan amanah program organisasi dengan baik, lancar, dan memberikan hasil yang nyata,” ujar Dody.

Ekoteologi sebagai Salah satu Program Unggulan

Ia menilai, selain menjalankan program kebangsaan dan dakwah, LDII DIY berhasil menjadikan ekoteologi sebagai salah satu program unggulan organisasi. Berbagai program yang dijalankan dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Agama yang kini mendorong penguatan dakwah berbasis ekologi.

“Di LDII memang banyak penekanannya pada dakwah ekologi atau yang sekarang dikenal sebagai ekoteologi. Program-program tersebut sudah berhasil diimplementasikan, mulai dari pembentukan Kampung ProKlim, pengendalian sampah, hingga edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat. Ini menjadi program andalan LDII DIY dan saya berharap terus dikembangkan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPW LDII DIY, Ir. H. Atus Syahbudin memaparkan berbagai capaian organisasi di bidang lingkungan sebagai implementasi ekoteologi. Di antaranya pembentukan Kampung Iklim (ProKlim), pengelolaan sampah berbasis masjid, edukasi pemilahan sampah, hingga berbagai kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Rekan Media yang Hadir dalam Media Gathering dalam Rangka pra Muswil
Rekan Media yang Hadir dalam Media Gathering dalam Rangka pra Muswil

Menurut Dody, konsep sustainability atau keberlanjutan merupakan ruh dari dakwah ekoteologi yang dikembangkan LDII. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga berkewajiban menjaga kelestariannya agar tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Selain mengambil manfaat dari alam, manusia juga mempunyai kewajiban memuliakan lingkungan. Bumi ini harus tetap layak dihuni oleh anak cucu kita. Itulah tugas manusia sebagai khalifah di bumi,” jelasnya.

Komitmen tersebut juga diterapkan di lingkungan pondok pesantren binaan LDII melalui konsep zero waste. Sampah organik diolah menjadi pakan ternak menggunakan budidaya maggot, sedangkan sampah anorganik dikelola secara mandiri sehingga tidak menjadi limbah yang dibuang keluar lingkungan pesantren.

“Santri tidak hanya belajar agama, tetapi juga dibiasakan mengelola lingkungan melalui sistem ekonomi circular. Pendidikan karakter seperti ini menjadi bagian dari dakwah kami,” tambahnya.

Dody menilai, berbagai upaya tersebut menjadi respons nyata terhadap tantangan perubahan iklim yang saat ini berdampak pada lingkungan, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat. Karena itu, menurutnya, dakwah ekoteologi akan terus menjadi salah satu fokus pengabdian LDII kepada bangsa.

Harapan kepada Kepengurusan DPW LDII Periode Mendatang

Selain memberikan apresiasi, DPP LDII juga menyampaikan sejumlah harapan kepada kepengurusan DPW LDII DIY periode mendatang. Sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat pengembangan pendidikan di lingkungan LDII.

“Kami berharap pengembangan pondok pesantren terus ditingkatkan dan semakin banyak yang terdaftar di Kementerian Agama. Di sisi lain, pendidikan umum juga perlu diperkuat, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, bahkan hingga perguruan tinggi. Saya berharap suatu saat Jogja dapat melahirkan sekolah tinggi, institut, atau universitas di bawah naungan LDII,” ujarnya.

Ia juga mendorong pengurus DPW LDII DIY yang terpilih melalui Muswil VIII untuk memperkuat program pendidikan umum, ekonomi syariah, dan pemanfaatan teknologi, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, Yogyakarta memiliki modal besar karena didukung banyak tenaga pendidik dan akademisi yang berkualitas.

“Tujuan akhirnya adalah mewujudkan generasi profesional religius, yaitu generasi yang berakhlakul karimah, alim-faqih dalam agama, sekaligus mandiri secara mental, spiritual, maupun ekonomi,” pungkasnya.

Penulis: Zula

Check Also

Persiapan Venue Musyawarah Wilayah LDII DI Yogyakarta yang dilaksanakan di Aula Gedung Serbaguna Mantrijeron Yogyakarta

Melihat Persiapan di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Venue Muswil VIII DPW LDII DIY

Yogyakarta (25/7) – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *