Muhammad Wirmon Samawi Raih Doktor Cum Laude, Teliti Pandangan Aktivis Muslim DIY terhadap Perbankan Syariah

Ujian Promosi Doktor Muhammad Wirmon Samawi pada Rabu (12/8/2026) di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Foto: PPS UIN Suka
Ujian Promosi Doktor Muhammad Wirmon Samawi pada Rabu (12/8/2026) di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Foto: PPS UIN Suka

Yogyakarta (13/8) — Muhammad Wirmon Samawi meraih gelar Doktor Studi Islam dari Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor, Rabu (12/8/2026). Dalam penelitiannya, Wirmon mengkaji pandangan terhadap perkembangan perbankan syariah dari pengurus dan aktivis Muslim organisasi Islam di DIY, salah satunya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Disertasi yang dipertahankan Wirmon berjudul “Persepsi dan Sikap Pengurus serta Aktivis Muslim di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terhadap Perbankan Syariah”. Ujian di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut dihadiri Ketua Biro Pendidikan, Keagamaan, dan Dakwah (PKD) DPW LDII DIY, Ustadz Endri Sulistyo.

Penelitian Wirmon berangkat dari perkembangan perbankan syariah di Indonesia yang terus mengalami pertumbuhan, namun belum sepenuhnya diikuti penerimaan yang seragam dari masyarakat Muslim. Karena itu, penelitian ini berupaya memahami bagaimana persepsi dan sikap pengurus serta aktivis Muslim terhadap perbankan syariah, termasuk berbagai bentuk ambivalensi yang muncul.

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan perspektif sosiologi ekonomi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus serta aktivis dari delapan organisasi Islam di DIY. Selain LDII, organisasi yang diwawancarai yaitu Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Ahmadiyah Lahore, Ahmadiyah Qadian, Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA), dan Salafi.

Dalam proses penelitiannya, Wirmon melakukan kunjungan akademik ke DPW LDII DIY dan DPD LDII Kulon Progo. Pada kesempatan tersebut, ia berdiskusi dengan jajaran pengurus mengenai pandangan dan praktik warga LDII dalam aktivitas ekonomi, khususnya terkait perbankan syariah.

Dalam wawancara tersebut, Ketua DPD LDII Kulon Progo, Pandaya, menjelaskan bahwa LDII mendorong warganya menjaga kehalalan dalam aktivitas transaksi dan keuangan.

Pandaya menjelaskan tentang prinsip dalam bermuamalah, yakni halal, legal, dan masuk akal. “Tiga nilai ini menjadi landasan bagi seluruh aktivitas ekonomi warga LDII agar tetap sejalan dengan tuntunan Islam sekaligus tidak bertentangan dengan aturan negara,” ungkapnya kepada Wirmon yang juga Komisaris Utama PT BP Kedaulatan Rakyat ini.

Foto Bersama Muhammad Wirmon Samawi dengan Ustadz Endri usai Ujian Promosi Doktor di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Foto: LINES
Foto Bersama Muhammad Wirmon Samawi dengan Ustadz Endri usai Ujian Promosi Doktor di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Foto: LINES

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengurus dan aktivis Muslim terhadap perbankan syariah tidak bersifat tunggal. Wirmon menemukan tiga kecenderungan cara pandang, yaitu kelompok puritan yang memandang bunga bank sebagai riba yang harus dihindari, kelompok moderat yang menerima perbankan syariah sebagai bagian dari pengembangan ekonomi Islam, serta kelompok pragmatis yang lebih menitikberatkan pada manfaat perbankan syariah.

Temuan penting lainnya adalah adanya sikap ambivalen. Sejumlah informan mendukung keberadaan perbankan syariah, tetapi pada saat yang sama tetap memberikan kritik terhadap praktik, produk, maupun mekanisme yang diterapkan. Menurut Wirmon, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sikap masyarakat Muslim tidak dapat dipahami secara sederhana sebagai menerima atau menolak.

“Dalam praktiknya, sikap tersebut jauh lebih kompleks karena dipengaruhi oleh pemahaman keagamaan, pengalaman, lingkungan organisasi, serta kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Wirmon dalam paparannya.

Bagi LDII DIY, penelitian tersebut menjadi bagian dari ruang dialog akademik mengenai kehidupan keberagamaan dan aktivitas ekonomi umat. Keterlibatan LDII dalam penelitian ini juga menunjukkan keterbukaan organisasi terhadap kajian akademik serta pentingnya membangun komunikasi antara ormas Islam dengan dunia perguruan tinggi.

Dalam sidang tersebut, Wirmon dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude (Pujian) dan tercatat sebagai doktor ke-1.092 Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Check Also

LDII Bantul

500 Ibu-Ibu LDII Bantul Ikuti Senam Massal, Generasi Muda Ramaikan Bazar

Bantul (9/8). DPD LDII Kabupaten Bantul memadukan kegiatan senam massal dan bazar sebagai rangkaian Pra …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *