Hadapi AI hingga Perubahan Iklim, LDII DIY Tekankan Pentingnya SDM Profesional Religius

LDII DIY
Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin saat memaparkan program LDII DIY periode 2021-2026.

Sleman (26/7). Ketua DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Atus Syahbudin, menegaskan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) profesional religius untuk menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, bonus demografi, hingga perubahan iklim. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Media Gathering Pra Muswil VIII LDII DIY di Resto Makan di Sawah, Sleman, pada Sabtu (25/7/2026).

“Muswil akan menyoroti pembangunan SDM profesional religius, karena kami memandang era kecerdasan buatan dan transformasi digital, bonus demografi, dan ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, termasuk mengancam ketahanan pangan, tidak cukup dihadapi bangsa Indonesia dengan hanya mengandalkan kompetensi akademik,” kata Atus.

Menurut Atus, bangsa Indonesia membutuhkan SDM yang tidak hanya cerdas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, literasi digital, serta kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, penguatan SDM profesional religius menjadi fokus Muswil VIII LDII DIY yang mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Budaya dalam Mendukung Pancamulia Daerah Istimewa Yogyakarta”.

“Tantangan bangsa hari ini bukan hanya bagaimana mencetak SDM yang cerdas dan adaptif terhadap teknologi, tetapi juga SDM yang berintegritas, berliterasi digital, bijak bermedsos, serta mengusung gaya hidup berkelanjutan guna pelestarian lingkungan yang lebih bersih, sehat dan hijau. Untuk itu, Muswil VIII menjadi momentum memperkuat kontribusi LDII dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Atus mengatakan, penguatan SDM profesional religius tersebut diwujudkan melalui delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa yang menjadi pijakan program organisasi. Delapan bidang tersebut meliputi kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.

Di bidang pendidikan, LDII DIY mengembangkan pendidikan formal dan pembinaan karakter berbasis boarding school melalui sejumlah lembaga pendidikan, antara lain SMA Insan Mulia Boarding School (IMBS) Yogyakarta dan SMP Al Karima. Pendidikan tersebut dipadukan dengan pembinaan keagamaan dan penguatan 29 Karakter Luhur.

Pembinaan generasi muda juga dilakukan melalui Satuan Komunitas (SAKO) Gerakan Pramuka berbasis masjid, program Akrab Muda bagi mahasiswa baru, serta pengembangan kapasitas dosen. Sementara di bidang ekonomi syariah, LDII DIY mendorong penguatan KSPPS-P Budi Pekerti Luhur (Bupelur), Baitul Maal wat Tamwil (BMT), koperasi pondok pesantren, dan literasi keuangan syariah.

Di bidang kesehatan, LDII DIY mendorong pola hidup sehat melalui edukasi kesehatan, pemanfaatan tanaman herbal, serta kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk lansia.

Komitmen terhadap ketahanan pangan dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam penguatan kualitas masyarakat. LDII DIY mengembangkan Gerakan Kyai Peduli Sampah, Sedekah Sampah Akbar, Sampah Jadi Jariyah, Jugangan Ing Omah, dan Jugangan Ing Masjid. Sejak 2023, sebanyak 313 Kelompok Sedekah Sampah Berbasis Masjid telah diinisiasi LDII DIY.

“Komitmen lingkungan juga diwujudkan melalui pengembangan dan pendampingan intensif dua lokasi Program Kampung Iklim (ProKlim). Padukuhan Sangurejo, Sleman, menjadi salah satu contoh keberhasilan program tersebut. Sangurejo sebelumnya meraih ProKlim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2024, kemudian mendapat penghargaan sebagai Padukuhan Tangguh Iklim tingkat Provinsi DIY,” ujar Atus.

Selain Sangurejo, Padukuhan Kembang, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, juga meraih Sertifikat ProKlim Utama 2025 melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan edukasi pelestarian lingkungan. Di Gunungkidul, warga LDII mengembangkan ketahanan pangan melalui budidaya lele dengan pakan Ramuan Barokah 354 berbahan empon-empon.

Penguatan literasi digital juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. LDII DIY mengembangkan pengajian online, pelatihan pemanfaatan AI bagi dosen, dan pelatihan jurnalistik agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Sementara itu, di bidang energi baru terbarukan, LDII DIY mengembangkan pemanfaatan energi bersih melalui pemasangan lampu tenaga surya di Kampung ProKlim Sangurejo. Upaya konservasi air juga dilakukan melalui pemasangan bak penampung untuk memanen air hujan dari atap Gedung Serbaguna Mantrijeron.

LDII DIY
Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya hadir pada Media Gathering Pra Muswil VIII LDII DIY.

Di sisi lain, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, mengapresiasi tema Muswil VIII LDII DIY yang dinilainya relevan dengan tantangan pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045. Ia mendorong warga LDII DIY mengoptimalkan bonus demografi dengan memperkuat delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.

“Sebagai anak bangsa harus mampu memanfaatkan dua momen dalam pembangunan manusia, yaitu bonus demografi dan Indonesia Emas 2045. Saya mengapresiasi tema Muswil VIII LDII DIY. Hal ini sangat relevan dan penting untuk disikapi,” ujar Dody.

Dody menilai Muswil VIII LDII DIY juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan wawasan kebangsaan sekaligus menyusun program strategis organisasi untuk lima tahun ke depan. Menurutnya, pembangunan SDM harus berjalan beriringan dengan penguatan wawasan kebangsaan agar stabilitas nasional tetap terjaga.

“Tanpa wawasan kebangsaan, stabilitas akan terganggu, termasuk dalam aspek ibadah,” pungkasnya.

Melalui Muswil VIII, LDII DIY menegaskan komitmennya untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam menyiapkan SDM profesional religius yang berkarakter, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan budaya. Penguatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari kontribusi LDII dalam mendukung terwujudnya Pancamulia DIY sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045.

Check Also

Persiapan Venue Musyawarah Wilayah LDII DI Yogyakarta yang dilaksanakan di Aula Gedung Serbaguna Mantrijeron Yogyakarta

Melihat Persiapan di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Venue Muswil VIII DPW LDII DIY

Yogyakarta (25/7) – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *