
Gunungkidul – Menghadiri undangan silaturahmi Dai dari Universitas Al Azhar Kairo Mesir, DPD LDII Kabupaten Gunungkidul yang diwakili oleh H. Nurasid, SH sampaikan program 29 karakter luhur. Acara silaturahmi dengan Syekh Mohamed Mahmoud Salamah Mohamed dilaksanakan di rumah dinas Bupati Gunungkidul, pada Senin (10/03).
Pada pertemuan tersebut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul H. Mukotip S.Ag M.Pd.I beserta jajaran, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Sri Suhartanta SIP M.Si, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag DIY Drs. H. Sa’ban Nuroni MA dan beberapa perwakilan ormas keagamaan.
Dalam sambutannya Sri Suhartanta mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. “Semoga silaturahmi ini kedepan lebih baik sehingga kerja sama Republik Indonesia dengan Mesir akan berjalan semakin baik,” terangnya.
Dalam kesempatan itu Sri Suhartanta menyampaikan bahwa masyarakat Gunungkidul toleran dan hidup rukun, terbangun kerukunan umat beragama dengan baik. Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2024, Kabupaten Gunungkidul ditetapkan menjadi Kota Wakaf oleh Kemenag RI.
Menanggapi hal tersebut, Syekh Mohamed Mahmoud Salamah Mohamed mengatakan bahwa toleransi sudah dilaksanakan Nabi Muhammad dengan membuat piagam Madinah yang mengatur kehidupan berbangsa antar pemeluk agama di Madinah.
Terkait wakaf, Syekh Mohamed menjelaskan di Al Azhar ada wakaf produktif yang digunakan untuk biaya berobat dan beasiswa pendidikan. Syekh Mohamed berharap di Gunungkidul semakin banyak orang mewakafkan hartanya berupa wakaf produktif yang manfaatnya lebih besar bagi masyarakat.
H. Nurasid di sela kegiatan mengatakan bahwa ajakan Syekh Mohamed Mahmoud Salamah sebagian sudah terlaksana dengan baik di Gunungkidul.
“Ajakan Syekh Mohamed Mahmoud sebagian telah terlaksana dengan baik di Gunungkidul, terutama toleransi beragama, sehingga indeks harmoni Gunungkidul sangatlah baik,” jelasnya.
Ia juga menekankan program penerapan 29 karakter luhur oleh LDII. “Terkait penerapan akhlakul karimah, LDII sangat mendukung. LDII saat ini mengajarkan kepada warganya untuk menerapkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari,” imbuh H. Nurasid.
H. Nurasid juga mendukung adanya wakaf produktif di Gunungkidul. “Wakaf produktif perlu dirintis dan diperjuangkan sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Mohamed,” lanjutnya.
Sebagaimana Mesir, wakaf produktif dapat berupa dana untuk pembelian saham, atau lahan pertanian produktif yang hasilnya untuk kesejahteraan umat.
Penulis: Arum
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta