
Bantul (30/4). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul menghelat forum komunikasi organisasi kemasyarakatan (Forkom Ormas) pada Kamis (26/4). Acara berlangsung di rumah makan Mbah Manto Parangkusumo, Kretek, Bantul.
Forkom Ormas diikuti perwakilan ormas se-Kabupaten Bantul di antaranya FKPM Paksi Katon, Senkom Mitra Polri, LDII, RAPI, PANTAS 115, AWPI, PIKI, JPKP, RAKSO, IWOI, dan PERJABA. Selain itu hadir WRC Mitra Wacana, perkumpulan skuad nusantara, perkumpulan puspa era nusantara, perkumpulan masyarakat watu lumbung, Yayasan Kiwari, Yayasan Teratai Putih serta Yayasan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo.
Adapun narasumber Forkom Ormas adalah Sekretaris Badan Kesbangpol Bantul Suparmadi, Ketua Komisi A Jumakir, Kapolres Bantul diwakili Ipda Zaenal Mustaqim, dan Binda Posda Bantul Nugroho Pramuharso.
Pada kesempatan itu, Ipda Zaenal mengingatkan agar masyarakat menjauhi narkoba, kejahatan jalanan, klithih dan minum-minuman keras. Ia mengatakan hasil survey ternyata 5 persen remaja putri terjangkit penyakit yang diakibatkan kurang perhatian orangtua yaitu hamil di luar nikah.
“Sering kami melihat jam dua belas malam sampai jam satu malam remaja putri masih ngangkring bersama laki-laki,” ujarnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPD LDII Bantul Alek Rahmad Hasyi yang turut hadir mengatakan bahwa semua orangtua harus peduli kepada anak-anaknya. “Tetap wujudkan 29 karakter luhur sesuai program LDII. Generasi muda adalah harapan bangsa, bentengi mereka dengan kepahaman agama yang kuat serta akhlak yang baik,” jelasnya.
Turut hadir membersamai Alek, Bendahara DPD LDII Bantul Karjana.
Sementara itu, Suparmadi menyinggung isu efisiensi anggaran yang menjadi isu hangat akhir akhir ini. Diawali oleh Presiden Prabowo hingga tingkat provinsi, kabupaten, kapanewon dan desa. “Tupoksi tetap jalan meski ada efisiensi,” ujarnya.
Senada dengan Suparmadi, Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir mengatakan bahwa anggota dewan tetap berkomitmen agar pemerintah bisa menjalankan tupoksi walaupun ada efisiensi. “Sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya. (alek/*)
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta