Hadiri Munas X, LDII DIY Tandai ini Sebagai Moment Penting untuk Tentukan Langkah Organisasi Kedepan

Pengurus DPW dan Ketua DPD se DIY berfoto bersama Ketua DPP LDII Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat KH Ardito Bhinadi
Pengurus DPW dan Ketua DPD se DIY berfoto bersama Ketua DPP LDII Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat KH Ardito Bhinadi

Jakarta (7/4). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Daerah Istimewa Yogyakarta hadiri gelaran Munas X LDII di Grand Ballroom  Pondok Pesantren Minhajurosyidin. Pengurus DPW yang diwakili Ketua Atus Syahbudin dan Sekretaris H Gathot Wardoyo hadir bersama Ketua DPD LDII se Provinsi DIY.

Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin menjelaskan bahwa munas x sebagai langkah strategis untuk penguatan peran organisasi masyarakat. “LDII DIY memandang Munas ini sangat strategis seiring dengan perkembangan geopolitik Timur Tengah saat ini, terutama guna penguatan peran organisasi masyarakat dalam pembangunan wilayah dan ketahanan nasional” Tegasnya.

Pernyataan Atus ini selaras dengan yang disampaikan Ketua Umum DPP LDII pada pembukaan Munas X. KH Chriswanto Santoso menyebut Munas ini sebagai langkah strategis untuk menilai kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah program ke depan.

KH Chriswanto menjelaskan, Munas X LDII mengemban sejumlah tugas penting, mulai dari evaluasi kepengurusan, penyusunan program umum organisasi, hingga pemberian rekomendasi untuk berbagai isu strategis nasional, “Selain itu, di forum tertinggi LDII ini, kami juga akan memilih kepengurusan baru untuk periode selanjutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa LDII sebagai bagian dari komponen bangsa memiliki tanggung jawab besar untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional. Menurutnya, kondisi global yang penuh tantangan, termasuk konflik di Timur Tengah, menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat daya tahan nasional, terutama di sektor pangan.

“Mengacu pada Asta Cita, salah satu prioritas adalah ketahanan pangan. Dalam kondisi global seperti sekarang, kita harus mampu bertahan,” ujarnya.

Selain itu, KH Chriswanto juga menyoroti kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan global. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan sejumlah negara lain yang telah menerapkan kebijakan penghematan energi secara ketat.

8 Klaster Pengabdian LDII

Dalam kesempatan tersebut, KH Chriswanto juga memaparkan delapan klaster pengabdian LDII untuk Indonesia. Klaster pertama adalah kebangsaan, yang menekankan pentingnya wawasan kebangsaan bagi sumber daya manusia. Kedua, dakwah keagamaan sebagai penguatan nilai spiritual masyarakat.

Klaster ketiga berfokus pada sektor pendidikan yang dipadukan dengan nilai agama untuk membentuk karakter bangsa. Ia mencontohkan pengembangan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin sebagai miniatur pendidikan LDII.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso memberikan sambutan dan Pembukaan pada hari Pertama Munas X LDII
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso memberikan sambutan dan Pembukaan pada hari Pertama Munas X LDII (dok/lines)

“Sinergi pendidikan dan agama mampu melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing, termasuk yang berkiprah di tingkat nasional. Bahkan, tamu kita. Lulusan Pendidikan dan Pondok Pesantren, alhamdulillah bisa jadi Menteri haji dan Umrah RI yaitu KH Irfan Yusuf dan Alhamdulillah ada juga Irjen Pol. Purnawirawan R. Ahmad Nurwakhid, bisa menjadi Jenderal,” ujarnya.

Klaster keempat adalah pengembangan energi terbarukan. “LDII, melalui sejumlah pondok pesantren seperti Minhajurosyidin dan Wali Barokah, telah memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bentuk dakwah bil hal dan dukungan terhadap program pemerintah,” tuturnya.

Selanjutnya, klaster kelima berfokus pada ketahanan pangan dan lingkungan hidup, salah satunya melalui pengembangan tanaman sorgum di Blora. “Adapun keenam, pengembangan kesehatan herbal. Ketujuh, pemanfaatan teknologi digital. Dan kedelapan, penguatan ekonomi syariah,” tutur pria lulusan Newcastle University.

KH Chriswanto menegaskan bahwa LDII akan terus mendorong warganya untuk memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor tersebut. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Ia juga mengutip pesan Jaksa Agung Muda Intelijen pada Rakernas LDII 2023 yang mendorong LDII untuk tetap konsisten dalam berbuat kebaikan bagi bangsa.

“Indonesia harus menjadi lebih baik. Kita harus terus berbuat sesuatu yang positif dan menunjukkan kontribusi nyata untuk bangsa,” tutup KH Chriswanto.

Check Also

MoU Kementerian Kebudayaan dengan LDII untuk Budaya berbasis Keagamaan dan Pembangunan Museum

LDII dan Pemerintah Melalui Kemenbud Jalin MoU untuk Dorong Penguatan Budaya Nasional

Jakarta (9/4) — Penguatan budaya sebagai bagian dari ketahanan nasional menjadi fokus kerja sama antara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *