Jakarta (7/11) – Presiden Jokowi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII pada Selasa (7/11) di Ballroom Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyidin, Jakarta. Ketua LDII DIY Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. mengikuti secara luring bersama dengan ketua DPW, ketua DPD, dan tamu undangan. Sedangkan pengurus yang lain mengikuti secara daring dari studio mini masing-masing DPD dengan menghadirkan pejabat dan tokoh setempat.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM), untuk meraih bonus demografi pada 2030. “Di mana-mana kita membicarakan harapan Indonesia Emas 2045. Bonus demografi hanya terjadi sekali dalam sebuah peradaban. Tinggal kita bisa melakukan lompatan atau tidak? Kuncinya adalah pembangunan SDM,” ujar Jokowi dalam sambutannya.
Menurutnya, program pembangunan SDM profesional religius yang dicanangkan LDII sudah benar. Ia mengatakan, program LDII di bidang kebangsaan, keagamaan, pendidikan, dan kesehatan mampu menciptakan sebenar-benarnya manusia Indonesia. Ia berpendapat, negara berkembang sulit maju tanpa membangun SDM.
“Negara-negara di Amerika Latin pada tahun 50-an dan 70-an telah menjadi negara berkembang, tapi tidak menjadi negara maju. Pada saat ini, mereka masih negara berkembang bahkan banyak yang jatuh miskin,” ujar Jokowi. Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, Indonesia memerlukan kepemimpinan nasional yang kuat.
Senada dengan Presiden Jokowi, Ketua Umum KH Chriswanto Santoso dalam sambutannya mengatakan, LDII telah memfokuskan pembangunan SDM Profesional Religius sejak 2018, “Kami memiliki “8 Program Kerja LDII Untuk Bangsa”, program kebangsaan, keagamaan, pendidikan, dan kesehatan ditujukan untuk membangun SDM,” tuturnya.
Program lainnya berupa teknologi digital, ekonomi syariah, energi baru terbarukan, dan ketahanan pangan serta pelestarian lingkungan, ditujukan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “Ekonomi syariah yang diterapkan pada UMKM merupakan soko guru perekonomian nasional, karena terbukti imun terhadap goncangan ekonomi,” imbuh KH Chriswanto Santoso.
Ia mengatakan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi pemanasan global, LDII telah memanfaatkan energi baru terbarukan, “Pondok-pondok kami telah menggunakan sel surya, salah satunya Ponpes Minhaajurrosyidin yang sebagian telah menggunakan listrik tenaga sel surya. Ke depan, semoga seluruhnya bisa menggunakan sel surya,” tuturnya.
Dari arena Rakernas LDII, Atus mengungkapkan semangat yang luar biasa, istiqomah melanjutkan program untuk mewujudkan sumber daya manusia. “Saya melihat dan merasakan semangat yang luar biasa, istiqomah melanjutkan program untuk mewujudkan sumber daya manusia profesional religius menyongsong Indonesia Emas 2045”, ungkap Atus.

Lebih lanjut, Atus menegaskan bahwa LDII terus berikhtiar menjalani amal sholih yang semakin efektif dan efisien menuju ke sana. LDII DIY yang dipimpinnya pun mendapatkan tantangan yang berat, hanya saja memiliki keunggulan di bidang pendidikan. “DIY yang telah unggul pendidikannya tentu memiliki modal besar untuk mewujudkan SDM profesional religius beriringan dengan kebangsaan, keagamaan dan kesehatan”, pungkas Atus.
Rakernas LDII berlangsung 7-9 November 2023 di Ballroom GSG Minhaajurrosyidin, Jakarta. Acara tersebut diikuti 1.307 peserta yang hadir di lokasi. Sementara, yang menghadiri secara daring berada di 500 studio mini yang rata-rata dihadiri 20 orang, “Total yang hadir mencapai 11.000-an lebih peserta,” ujar KH Chriswanto Santoso.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta