Jainindra Pimpin LDII Sleman 2026–2031, LDII DIY Dorong Penguatan Program Lingkungan dan SDGs

Atus Syahbudin memberikan arahan pada Musda VIII LDII Sleman yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Foto: LINES
Atus Syahbudin memberikan arahan pada Musda VIII LDII Sleman yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Foto: LINES

Sleman (17/10) – Jainindra terpilih sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman periode 2026–2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII Sleman yang dibuka Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, berharap kepengurusan baru memperkuat program pelestarian lingkungan dan mengembangkan kontribusi LDII yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal itu disampaikan Atus pada Musda VIII LDII Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (17/10). Musda tersebut menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus penetapan kepengurusan baru periode 2026–2031.

Atus mengungkapkan, lima tahun sebelumnya ia menitipkan dua amanat kepada LDII Sleman, yakni pelestarian lingkungan di lereng Merapi dan menjaga kebersihan kawasan Selokan Mataram. Ia mengajak pengurus mengevaluasi pelaksanaan kedua amanat tersebut melalui laporan pertanggungjawaban kepengurusan.

Menurutnya, organisasi perlu memastikan program yang telah dirintis terus memberi manfaat dan memiliki keberlanjutan.

Salah satu capaian yang mendapat apresiasi adalah pengembangan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Sangurejo, Kapanewon Turi. Program tersebut telah membawa Sangurejo maju dalam penilaian ProKlim kategori tertinggi, yaitu ProKlim Lestari.

“DPD Sleman berhasil mengkreasi Kampung Iklim Utama Sangurejo di Kapanewon Turi. Juli kemarin sudah maju di ProKlim yang tertinggi, yaitu ProKlim Lestari. Mohon doanya, semoga bisa tercapai karena kalau berhasil, ini bisa menjadi yang pertama di DIY,” ujar Atus yang juga akademisi Fakultas Kehutanan UGM ini.

Selain mengembangkan program Kampung Iklim, LDII Sleman juga menghadirkan museum ProKlim di Sangurejo sebagai sarana edukasi lingkungan. Inisiatif ini diharapkan memperluas pemahaman masyarakat mengenai perubahan iklim dan pentingnya menjaga lingkungan.

Ketua Departemen Litbang, Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Lisdal) DPP LDII ini menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, dakwah tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjawab persoalan sosial dan lingkungan.

“Bapak-bapak kiai, kami mohon arahan terkait kebersihan. Memang kita lembaga dakwah, tetapi hari ini eranya isu global warming. Kita harus peduli dengan pengelolaan lingkungan hidup, sampah, kemudian juga kesehatan,” tegasnya.

Ia berharap para kiai, pengurus, dan warga LDII dapat memperkuat edukasi tentang kebersihan, pengelolaan sampah, serta kesehatan di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut membutuhkan keterlibatan bersama agar kepedulian lingkungan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Atus juga menekankan pentingnya peran para kiai dan sesepuh dalam membimbing organisasi. Ia berharap arahan dan nasihat mereka menjadi landasan bagi pengurus dalam menjalankan program serta mengambil keputusan organisasi.

“Sesungguhnya kekuatan LDII ini ada pada para kiai. LDII dibina oleh para kiai. Karena itu, kami mohon arahan dan pitutur agar Musda Sleman berjalan dengan aman, selamat, lancar, dan barokah,” ujarnya.

Jainindra Pimpin LDII Sleman 2026–2031

Musda VIII LDII Sleman dibuka oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Dalam sambutannya, Harda mengapresiasi penyelenggaraan Musda dan berharap forum tersebut menghasilkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengutamakan kebaikan dalam kehidupan bersama.

Bupati Sleman Harda Kiswaya memukul gong menandai pembukaan Musda VIII LDII Sleman yang dilaksanakan di pendopo Rumah Dinas Bupati Sabtu (17/10). Foto: LINES
Bupati Sleman Harda Kiswaya memukul gong menandai pembukaan Musda VIII LDII Sleman yang dilaksanakan di pendopo Rumah Dinas Bupati Sabtu (17/10). Foto: LINES

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, turut mendorong LDII Sleman menyusun program yang konkret, terukur, dan realistis. Ia mengapresiasi kontribusi LDII dalam pembangunan masyarakat, termasuk kegiatan pelestarian lingkungan di Sangurejo, Turi, dan Kulon Progo.

Dalam Musda tersebut, peserta menetapkan Jainindra sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman periode 2026–2031, menggantikan Suwarjo, yang memimpin pada periode 2021–2026. Sebelumnya, Jainindra menjabat sebagai Sekretaris.

Jainindra berhalangan hadir karena ibunda mertuanya meninggal dunia. Sambutan dari ketua terpilih disampaikan oleh Sekretaris terpilih, Agus Kurniawan.

Agus menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan menjadikan arahan Ketua DPW LDII DIY, para sesepuh, dan Dewan Penasihat sebagai acuan penyusunan program kerja. Program unggulan yang telah berjalan, khususnya di bidang lingkungan hidup, akan dilanjutkan dan diperkuat.

Check Also

LDII DIY

LDII DIY Dampingi Generasi Muda Persiapkan Diri Menuju Pernikahan

Sleman (8/10). Pembinaan generasi muda tidak berhenti pada pendidikan, tetapi juga mencakup pendampingan dalam mempersiapkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *