Kampung Sangurejo Raih Penghargaan Padukuhan Tangguh Iklim, Menuju ProKlim Lestari Pertama di DIY

M. Chairul Huda, Ketua Kampung Proklim Sangurejo berfoto usai menerima penghargaan dari Sri Paduka Pakualam X
M. Chairul Huda, Ketua Kampung Proklim Sangurejo berfoto usai menerima penghargaan dari Sri Paduka Pakualam X

Sleman (18/6). Kampung Proklim Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, terus menorehkan prestasi di bidang pelestarian lingkungan. Pada tahun 2026 ini meraih penghargaan sebagai kawasan ProKlim terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus menerima penghargaan Padukuhan Tangguh Iklim tingkat DIY pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Kamis (18/6).

Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Kampung Proklim Sangurejo yang pada tahun 2026 diajukan sebagai nominasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup. Jika berhasil lolos penilaian, Sangurejo berpeluang menuju ProKlim Lestari pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kampung Proklim yang turut diinisiasi dan didampingi LDII ini dikenal konsisten menjalankan berbagai program lingkungan. Warga secara rutin melakukan pengelolaan sampah, penghijauan kawasan, konservasi sumber daya air, pemanfaatan lahan pekarangan, serta berbagai kegiatan edukasi lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Komitmen tersebut telah membuahkan berbagai penghargaan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, Kampung Sangurejo meraih Tropi ProKlim Utama Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, yang merupakan penghargaan tertinggi untuk kategori ProKlim Utama. Sebelumnya, pada tahun 2023, kampung ini juga memperoleh penghargaan Kampung Hijau tingkat Kabupaten Sleman, penghargaan Kawasan Teduh dan Bersih (Green and Clean) tingkat Kapanewon Turi, serta ditetapkan sebagai Kampung Pramuka DIY berbasis pendidikan karakter dan lingkungan.

M. Chairul Huda, Ketua Kampung Proklim Sangurejo menerima penghargaan dari Sri Paduka Pakualam X dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia DIY tersebut. Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil gotong royong seluruh warga yang secara konsisten menjalankan berbagai program lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di DIY
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di DIY

“Kami berusaha menjadikan kepedulian lingkungan sebagai budaya. Mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, penghematan energi, hingga pemanfaatan pekarangan dilakukan bersama-sama. Alhamdulillah, upaya kecil yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan hasil yang baik,” ungkapnya.

Menuju proklim lestari, Kampung Proklim Sangurejo diharapkan dapat terus menjadi contoh praktik baik pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.

Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, pengembangan Kampung ProKlim sejalan dengan komitmen LDII dalam membangun budaya peduli lingkungan berbasis masyarakat. Upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari lingkungan terkecil dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus menjaga komitmen dalam merawat lingkungan. Yang terpenting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa pelestarian lingkungan merupakan kebutuhan bersama dan investasi bagi generasi mendatang,” ujarnya.

“Kampung ProKlim menjadi contoh bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan. Ketika warga terlibat aktif dalam pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air, dan mitigasi perubahan iklim, maka manfaatnya akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Atus menjelaskan, LDII DIY selama ini terus mendorong berbagai program lingkungan, termasuk melalui gerakan Kyai Peduli Sampah dan Sampah Jadi Jariyah. Program tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengelola sampah dari sumbernya sekaligus menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.

Check Also

Kampung Proklim Sangurejo dan Kembang menerima penghargaan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia DIY

Kampung ProKlim Sangurejo dan Kembang Raih Penghargaan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia DIY

Yogyakarta (18/6). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *