
Bantul (25/10) — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Kemah Santri dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia: Santri Hebat Bangsa Bermartabat Membumikan 29 Karakter Luhur”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu 25–26 Oktober di Pondok Pesantren Al Barokah Kranggan, Sanden, Bantul, Yogyakarta.
Santri pramuka dari berbagai pondok pesantren dan sekolah di bawah naungan DPW LDII DIY turut ambil bagian dalam kegiatan yang sarat dengan nilai kepramukaan dan keagamaan ini. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk menumbuhkan semangat kemandirian, kedisiplinan, serta membumikan 29 karakter luhur sebagai dasar pembentukan generasi santri yang berakhlak dan berintegritas.
Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah diskusi panel bersama Herwanta, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY. Dalam paparan “Integritas dan Hukum Bagi Generasi Muda”, Herwanta menekankan pentingnya menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekolah memiliki aturan, di pesantren ada tata tertib, di jalan raya juga ada peraturan lalu lintas. Jangan melanggar, karena akan ada sanksi. Mari kita taati peraturan,” ujar Herwanta di hadapan ratusan santri.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap santri pramuka SAKO SPN harus menjunjung tinggi kejujuran dan menjauhi perilaku perundungan atau bullying yang dapat berimplikasi hukum. Herwanta mengajak santri untuk mewujudkan pesantren ramah anak, bebas dari kekerasan, dan penuh kasih.
Selain itu Herwanta menekankan pada santri untuk selalu jujur, berani jujur serta taati peraturan. “Kejujuran adalah sikap yang harus dimiliki setiap santri. Berani jujur, hebat!! Kenali hukum, dan jauhi hukuman,” tegasnya.
Herwanta menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir dan memberikan penyuluhan hukum melalui Jaksa Masuk Pesantren (JMP) dalam kegiatan tersebut. “Program penyuluhan seperti ini sudah berjalan sejak 2015, dengan sasaran berbagai kalangan, baik pemerintah maupun masyarakat umum. Kami dari Kejati DIY sangat mengapresiasi kegiatan positif seperti ini,” tutupnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono yang juga menjabat sebagai Ketua Majlis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Sanden, serta Majelis Pembina Daerah (Mabida), alim ulama se-DIY, Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimkap) Sanden, dan para pengurus Sakoda serta Sakocab SAKO SPN se-DIY.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta