
Sleman (20/9) – DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY menggelar cek kesehatan gratis atau yang biasa disingkat CKG. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III tahun 2025 yang baru saja dilaksanakan bulan Agustus. Program ini berlangsung di Ponpes Mahasiswa Grha Cendekia Sleman, yang berada di bawah naungan LDII DIY. Tempatnya berlokasi di Sambelegi Kidul, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman.
Peserta Cek Kesehatan ini adalah santri pondok pesantren dan undangan dari masyarakat sekitar wilayah RT 03 RW 56 Sambelegi Kidul. Sebelumnya pengurus DPW LDII DIY melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan DIY. Setelah melakukan audiensi, hadirlah program cek kesehatan gratis hasil kerja sama DPW LDII DIY dan Dinas Kesehatan DIY. Acara ini diadakan serentak di 5 tempat di masing – masing DPD LDIII di DI Yogyakarta dan juga DPW sendiri. Beberapa tempat seperti DPD LDII Kabupaten Sleman dihadiri langsung oleh Bupati Sleman.
Sambutan Ketua DPW dan Dinas Kesehatan
Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin hadir secara langsung ke lokasi cek kesehatan beserta beberapa pengurus DPW LDII yang lain. Rangkaian kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan oleh tamu undangan. Atus Syahbudin menyampaikan rasa senang karena program ini bisa terlaksana. “Saya sangat senang sekali negara hadir hari ini dengan CKG, sehingga akan banyak perubahan, termasuk mohon maaf bapak ibu yang barangkali khawatir hari ini di cek kesehatannya. Prinsipnya di sini antisipasi bukan karena takut atau khawatir. Sesuai dengan pepatah Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang sehat yang hanya bisa dilihat oleh orang sakit” ungkapnya.


Selanjutnya Dinas Kesehatan DI Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Kesehatan Masyarakat, Siti Nur Hayah Isfandiari menyampaikan bahwa Cek Kesehatan ini bukan sekedar perintah dari Presiden. “Kita sangat mengajak semua element itu bergerak bersama untuk menjalankan CKG ini. Ini bukan sekedar perintah dari presiden tetapi kita fokus ke tujuannya. Yaitu orang akan terdeteksi punya masalah kesehatan atau tidak” jelasnya. Siti juga menyampaikan bahwa LDII juga sangat mendukung program – program dari pemerintah. “Kita hari ini biasa mengadakan kegiatan CKG karena beberapa waktu yang lalu sudah ada audiensi dari Jajaran pengurus LDII hadir di Dinkes DIY. Dan di sini kami jadi tahu ternyata saudara – saudara kami yang ada di LDII ini juga mendukung program pemerintah, terutama untuk program cek kesehatan gratis” pungkasnya.

Pelaksanaan Teknis Cek Kesehatan
Acara dimulai dengan proses skrining awal, peserta diminta mengisi formulir kesehatan dasar. Mereka juga menjalani pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut. Selanjutnya peserta yang sudah melakukan proses skrining awal diarahkan mengikuti pemeriksaan kesehatan di pos-pos yang sudah ditentukan. Cek kesehatan ini termasuk dalam CKG Komunitas dan di dalam Cek Kesehatan ini biasanya dibagi ke dalam 3 tipe, yaitu paket cepat, paket hebat dan paket mantap. Untuk Cek Kesehatan kali ini Puskesmas Depok 1 menerapkan paket lengkap yaitu melakukan tiga paket tersebut. Karena CKG kali ini menggunakan paket lengkap, jadi dari Puskesmas Depok 1 menghadirkan pemeriksaan yang cukup jarang ada di cek kesehatan lainnya seperti pemeriksaan gigi, mata dan juga psikologi. Petugas kesehatan juga memberikan formulir rujukan jika terdapat peserta yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain formulir rujukan, petugas kesehatan juga memberikan saran kepada peserta sebaiknya tindakan apa yang diperlukan setelah melakukan cek kesehatan ini.

Siti Nur Hayah di akhir sesi sambutan berharap antara LDII dan Dinas Kesehatan bisa terus bersinergi untuk meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. “Tentu kami berharap hari ini kita benar – benar bersinergi. Tujuannya agar kita terus dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Memang kesehatan itu bukan segala – galanya, tetapi tanpa kesehatan orang tidak berdaya. Ketika menjenguk orang sakit, mungkin ketika sehat keinginan mereka bermacam – macam. Tapi kalau sudah sakit keinginannya itu hanya sembuh” Pungkasnya.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta