Yogyakarta (10/1) – Tanggal 10 Januari, sejak tahun 1993 saat Presiden Suharto mencanangkan hari penanaman sejuta pohon di setiap provinsi, hingga saat ini masyarakat makin sadar pentingnya pohon dalam kehidupan. LDII sudah menginisiasi program ini di Dewa Ruci beberapa tahun yang lalu dan diikuti kabupaten/kota lainnya.
Ketua DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. saat mendampingi Ketua Umum DPP LDII mengungkapkan bahwa pohon merupakan sumber kehidupan dan penghidupan. “Lantaran pohon kita bisa tetap hidup. Sarana menghasilkan oksigen, air, dan udara yang sejuk, serta naungan yang nikmat,” ungkapnya.
Atus menambahkan, dari segi sumber penghidupan, dari pohon bisa meningkatkan taraf perekonomian. “Seperti kemandirian ecoprint yang bisa dijual, per lembar bisa 200 ribu rupiah,” jelas Atus yang juga Anggota Departemen Litbang, IPTEK, Sumberdaya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL) DPP LDII .
Sejak 2007, LDII telah mencanangkan gerakan Go Green dengan hasil penanaman lebih dari empat juta pohon. Di DIY, gerakan ini terus digerakkan melalui ProKlim berbasis komunitas. Warga LDII diajak berpartisipasi aktif dalam penghijauan, seperti di Kampung Pramuka Sangurejo, Sleman, yang memadukan edukasi lingkungan dengan aksi nyata seperti ecoprint dan pemilahan sampah.

“Tapak atau wilayah pemerintahan paling kecil adalah dusun apabila di pedesaan, sedangkan RW jika berada di perkotaan. Setiap warga masyarakat di wilayah tersebut diminta untuk bisa berpartisipasi dalam rangka menyukseskan ProKlim, termasuk warga LDII di dalamnya,” ungkap Atus.
Program Zero Waste
Program zero waste di pondok pesantren juga menjadi fokus LDII. Atus menjelaskan, “Bersamaan itu, beberapa pondok pesantren (ponpes) naungan LDII sudah menjalankan zero waste. Program Departemen LISDAL DPP LDII ini menyasar pondok pesantren. Demi efektivitas, seringkali program zero waste menjadi bagian ProKlim di wilayah ponpes tersebut berada.”
Dosen Fakultas Kehutanan UGM ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara tokoh lokal, pemerintah, dan akademisi untuk memastikan keberlanjutan program lingkungan ini. Penanaman pohon, menurutnya, harus dilakukan dengan perencanaan strategis agar memberikan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi yang optimal.
“Peringatan Hari Penanaman Sejuta Pohon ini mengingatkan kita bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga bumi. Dengan ProKlim, zero waste, dan penanaman pohon, LDII DIY berkontribusi nyata untuk mitigasi perubahan iklim. Semoga langkah kecil ini memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” pungkas Atus.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta