LDII DIY Gelar Rakorwil Perdana di Kantor Baru, Perkuat Dakwah dan Regenerasi

Rakorwil LDII DIY
Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin memberikan laporan kegiatan pelaksanaan rakorwil.

Yogyakarta (18/10). Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meresmikan kantor sekretariat DPW LDII DIY yang berlokasi di Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM) Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta. Peresmian ini dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang menjadi momentum bersejarah karena menandai perpindahan pusat administrasi atau “ibu kota” DPW LDII DIY dari Sidobali ke Tirtodipuran.

Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin dalam sambutannya menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan strategi penguatan jangkauan organisasi dalam menghadirkan dakwah yang solutif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Ini momen yang sangat bersejarah bagi LDII DIY. Perpindahan ini adalah bentuk kesiapan kami beradaptasi dengan dinamika zaman sekaligus memperluas kontribusi LDII bagi masyarakat Yogyakarta,” ujarnya.

Atus menegaskan bahwa gedung ini akan menjadi pusat inovasi aktivitas LDII, termasuk pengembangan siniar, forum diskusi, hingga kegiatan kreatif generasi muda.

“Era sekarang adalah era komunikasi terbuka. Kalau kita sudah berkarya besar, maka harus dikomunikasikan dengan cara yang besar pula. Bukan untuk menyombongkan diri, tapi untuk menunjukkan kontribusi LDII terhadap bangsa. Gedung ini akan menjadi tempat ngopi bareng, diskusi lintas generasi, hingga produksi konten dakwah yang relevan dengan era digital,” jelasnya.

Menariknya, rakorwil tahun ini dilaksanakan tanpa struktur panitia resmi dari unsur organisasi. Pelaksanaan teknis kegiatan sepenuhnya dikelola oleh para Pemuda LDII yang pada sore harinya juga akan menyelenggarakan kegiatan Akrab Muda di lokasi yang sama.

“Tidak ada panitia dari unsur organisasi. Yang menjadi panitia adalah para pemuda LDII. Inilah bagian dari regenerasi dan pemberdayaan generasi muda,” ungkap Atus.

Rakorwil LDII DIY
DPW LDII DIY menggelar rakorwil secara hybrid dengan studio utama di Gedung Serbaguna Mantrijeron.

Dalam sesi wawancara, Atus menjelaskan bahwa Rakorwil 2025 membawa dua fokus utama. Pertama, penyelenggaraan cek kesehatan gratis sebagai bentuk dukungan LDII terhadap Asta Cita. Kedua, penguatan sistem penjaminan mutu organisasi yang telah dimulai sejak tahun lalu.

“Tahun lalu kami sudah meluncurkan penjaminan mutu untuk tingkat DPD. Tahun ini berlanjut ke tingkat pimpinan cabang, dan tahun depan hingga tingkat pimpinan anak cabang atau kalurahan. Targetnya pada 2027 ditutup dengan pemberian awarding kepada pengurus terbaik. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi fastabiqul khoirot, berlomba dalam kebaikan untuk peningkatan bersama,” terangnya.

Menanggapi isu lingkungan dan ketahanan pangan, alumni S2 dan S3 Ehime University ini menggarisbawahi konsistensi LDII DIY dalam menggerakkan Program Kampung Iklim, pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, penghijauan, dan pemanfaatan energi terbarukan.

Terkait tanaman sorgum, ia menyatakan dukungan penuh terhadap program swasembada pangan berbasis komoditas lokal. “Kami sangat mendukung pengembangan sorgum, apalagi di Gunungkidul yang dulu identik tandus kini berkembang pesat melalui pariwisatanya. LDII akan ikut melengkapi program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Sebagai penutup, Atus kembali mengingatkan arti penting regenerasi bagi organisasi. “Regenerasi bukan soal siapa yang besar atau kecil, tua atau muda, tetapi siapa yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Itulah pemimpin masa depan,” tegasnya.

Rakorwil dan peresmian gedung ini menjadi tonggak baru bagi LDII DIY dalam memperluas peran, memperkuat kontribusi lingkungan, dan membangun peradaban muslim yang progresif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Check Also

PAC LDII Sidomulyo Bersama FKPM dan Linmas Gelar Kerja Bakti Jelang Nataru

Bantul (15/12) – Melalui kolaborasi dengan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) serta Linmas, warga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *