
Jakarta (24/10). Dalam upaya memperkuat kemampuan literasi digital masyarakat, Pengurus DPP LDII melakukan audiensi dengan BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pertemuan yang berlangsung Selasa (21/10) ini membahas peluang kerja sama strategis dalam peningkatan literasi digital di lingkungan LDII.
Kepala Pusat Literasi Digital Komdigi, Rizki Ameliah, menyambut positif langkah tersebut dan menilai LDII berdedikasi tinggi menunjang peningkatan literasi digital masyarakat.
“Kami berharap kegiatan bersama LDII ini tidak berhenti di pertemuan ini saja, tetapi berlanjut dalam pelatihan-pelatihan literasi digital berikutnya untuk mewujudkan masyarakat LDII yang makin cakap digital,” ujarnya. Adapun wujud kerja samanya berupa pelatihan berbasis praktik agar, menurut Rizki, peserta dapat langsung memahami dan menerapkan literasi digital.
Selanjutnya, Rizki juga memperkenalkan kurikulum Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital (CABE) sebagai cara beraktivitas digital yang bijak. Ia menekankan perempuan dan anak-anak sebagai kelompok prioritas dalam program ini beserta harapannya.
“Kami berharap, dengan adanya kerja sama ini, khususnya di LDII, bisa menurunkan kasus-kasus KBGO. Selain itu, kami juga mendorong kolaborasi melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas), yang fokus pada perlindungan anak di ruang digital,” jelasnya.
Selain itu, Ketua DPP LDII Siti Nurannisa Parama Bhekti juga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama tersebut. Baginya, penting bagi masyarakat untuk mendapat edukasi dan perlindungan digital agar dapat beradaptasi tanpa kehilangan nilai moral dan budaya bangsa.
“Kami sebagai orang tua menghadapi tantangan besar dalam mengasuh anak di era digital karena kami dulu tidak dididik dengan teknologi. Jadi, kami berharap kegiatan ini menambah pengetahuan dan menerapkannya agar warga LDII mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan,” tuturnya.
Respons Baik DPW LDII DIY
Ketua Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) DPW LDII DIY, An Nuur Budi Utama, merespons baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menilai, jika kerja sama ini terwujud melalui penyelenggaraan webinar keluarga, maka dampaknya akan sangat baik bagi warga LDII yang mengikuti secara luring maupun daring.
“Saya percaya, ketika kita memiliki niat dan aksi baik untuk diri serta keluarga, Allah akan membukakan jalan-Nya. Saya pikir, inilah salah satu jalan untuk mewujudkan itu, terutama bagi warga LDII,” ungkapnya.
Melalui pernyataan itu, semangat LDII untuk berkolaborasi secara kontinu dalam peningkatan literasi digital tampak jelas. Upaya ini diharapkan dapat membentuk masyarakat yang cakap digital di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta