
Yogyakarta (24/5). Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengadakan pengajian akbar yang dihadiri oleh pemuda/i LDII se-Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Pengajian berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam Daengan, Kota Yogyakarta, pada Minggu (18/5/2025).
Acara ini dilaksanakan secara hybrid diikuti oleh 8 PC yang ada di DPD LDII Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Dalam pelaksanakan luring/tatap muka, lebih dari 100 peserta pemuda/i dari PC Mantrijeron, PC Gamping, serta santri PPPM Baitussalam hadir dan memadati studio utama yang bertempat di Masjid Baitussalam Daengan. Adapun peserta daring merupakan pemuda/i dari setiap PC LDII se-Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul yang berlokasi di studio mini masing-masing.
Dalam pengajian kali ini menghadirkan langsung ulama dari Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri yakni H. Ridwan Abdul Aziz, S.Pd. dan H. Semoga Jaya, MS., Bc.KU. Penyampaian materi pertama disampaikan H. Ridwan Abdul Aziz yang berjudul “Pembinaan Generasi Penerus”. Ia membahas terkait akhlakul karimah, alim-faqih, mandiri, birrulwalidain atau berbakti terhadap kedua orangtua, dan menjauhkan diri dari kemaksiatan.

“Perilaku menyimpang bisa terjadi karena tidak punya pondasi ketaqwaan yang kuat dan akhlak yang baik, maka muda-mudi LDII supaya berusaha meningkatkan ketaqwaan dan memiliki 29 karakter luhur, hasilnya bisa selamat dari dosa/pelanggaran dan meningkatkan derajat di surga,” jelas Ridwan.
Selanjutnya penyampaian materi kedua oleh H. Semoga Jaya. Ia menekankan kepada para generasi penerus LDII supaya punya kemandirian, memiliki skill, dan jangan merasa malu ketika masih merintis usaha, karena yang penting halal dan konsisten.
“Dunia ini penjaranya orang iman, kita memiliki aturan yang membatasi, ada batasan antara laki-laki dan perempuan ada juga batasan makanan halal dan haram, maka dari itu kita tidak bisa melakukan seenaknya sendiri tanpa memahami batasannya. Kenikmatan di dunia pasti hilang tetapi kenikmatan di surga kekal abadi,” ujarnya.
Ia mengajak pemuda LDII untuk memperbanyak berdoa dan minta ampun kepada Allah SWT karena doa bisa saja tidak terkabul sebab masih memiliki dosa. Menurutnya, waktu berdoa yang mustajab untuk upaya atau usaha keberhasilan generus di dunia dan akhirat yakni setelah selesai sholat wajib, ketika dianiaya, orang yang bepergian, sepertiga malam, dan antara adzan dan qomat.
Dengan diselenggarakan pengajian akbar ini diharapkan para generus LDII dapat sukses dunia dan akhiratnya dengan menjalankan dan memahami batasan sesuai aturan yang telah ditentukan dalam Al Quran dan Al Hadist, serta dapat menerapkan 29 karakter luhur.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta