Perjuangan Remaja LDII Hingga Terpilih Jadi Anggota Paskibra Kabupaten Sleman

Remaja LDII Sleman
Remaja PC LDII Sleman Azzahra Nur Habibillah terpilih sebagai anggota paskibra Kabupaten Sleman.

Sleman (31/8). Pada upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kabupaten Sleman, remaja LDII terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Minggu (17/8). Remaja tersebut adalah Azzahra Nur Habibillah.

Ia terpilih setelah melalui beberapa tahapan seleksi. Aya, sapaan akrabnya merupakan remaja PC LDII Kapanewon Sleman yang saat ini menempuh pendidikan kelas XI SMA N 1 Sleman.

“Seleksi dimulai tingkat sekolah, saya bersaing dengan teman-teman sekolah saya. Tahapan seleksi di antaranya seleksi postur tubuh, fisik, dan PBB. Dari seleksi ini alhamdulillah saya lolos dari sekian banyak yang mendaftar,” jelas Aya.

Tahapan seleksi selanjutnya adalah seleksi wilayah. Aya menjelaskan seleksi dimulai dari seleksi administrasi dengan sistem gugur meliputi usia, tinggi badan, dan berkas administrasi seperti kartu keluarga, akta kelahiran, dan nilai rapor.

“Setelah itu dilanjutkan seleksi kesehatan meliputi cek tekanan darah dan riwayat penyakit bawaan. Lalu pada hari berikutnya seleksi baris berbaris berupa gerakan dasar yang diseleksi setiap 3-4 orang,” imbuhnya.

Setelah lolos seleksi wilayah, dilanjutkan seleksi kabupaten dengan rangkaian seleksi yang lebih panjang. Di antaranya tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelejensia umum (TIU), tes kesehatan, tes postur badan, tes samapta atau tes fisik, tes bari berbaris, tes kepribadian, dan tes minat bakat.

Remaja LDII Sleman
Azzahra Nur Habibillah bersama kedua orang tua.

“Saat melaksanakan TWK dan TIU dengan sistem gugur alhamdulillah saya bisa lolos dengan nilai 100 semua sehingga bisa mengikuti tes selanjutnya,” ujar Aya.

Tercatat 300 orang mengikuti tes seleksi tingkat kabupaten. Sebanyak 74 orang terpilih untuk menjadi paskibra yang terdiri dari 39 putra dan 35 putri terbaik Kabupaten Sleman. “Alhamdulillah saya bisa menjadi salah satu putri terbaik yang lolos dan menjadi Paskibra Kabupaten Sleman,” kenang Aya.

Menurutnya, nilai dan karakter yang ia rasakan setelah mengikuti paskibra menjadi lebih disiplin, terbiasa bangun pagi dan menyiapkan segala hal lebih dulu. Ia juga merasa lebih bisa menempatkan diri, lebih respect terhadap pelatih dan senior.

“Rasa nasionalisme terhadap tanah air juga makin terasa dikarenakan untuk mengibarkan duplikat bendera pusaka memerlukan banyak perjuangan. Bahkan saat mengibarkan duplikat bendera pusaka saya sampai terharu karena sudah lama melaksanakan latihannya,” ujarnya.

Pengalaman lainnya, ia terpilih sebagai ibu lurah saat mengikuti karantina di kalurahan. “Bahagia saya terpilih menjadi ibu lurah, dimana saya mendapatkan pengalaman untuk bisa memimpin teman-teman khususnya paskibra putri,” pungkasnya.

Check Also

PC LDII Tarakan Timur

Pererat Silaturahim, Wali Kota Tarakan Safari Ramadan di Masjid Baitul Nurkholis Naungan LDII Tarakan Timur

Tarakan (15/3). Pemerintah Kota Tarakan kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 H/2026 M. Kali ini, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *