SAKO SPN DIY Gelar Kemah Santri di Bantul, Wujudkan Generasi Mandiri Berkarakter Luhur

Berfoto Bersama usai Pembukaan Kemah Santri Sako SPN 2025
Berfoto Bersama usai Pembukaan Kemah Santri Sako SPN 2025

Bantul (25/10) –  LDII DIY melalui Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN) menggelar Kemah Santri SAKO SPN DIY di halaman Pondok Pesantren Al Barokah, Kranggan, Sanden, Bantul pada Sabtu (25/10) hingga Minggu (26/10). Mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia: Santri Hebat, Bangsa Bermartabat, Membumikan 29 Karakter Luhur, kemah ini digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional, dengan diikuti ratusan santri pramuka dari berbagai pondok pesantren dan sekolah di bawah naungan LDII DIY.

Kemah Santri 2025 ini menjadi wadah pembinaan karakter dan kemandirian santri yang dikemas dalam suasana kebersamaan. Acara dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh H.M. Iskak Budi Latihantoro, selaku Andalan Daerah Urusan Sako dan Gugus Darma yang mewakili Kakwarda DIY, didampingi Kejaksaan Tinggi DIY, Kapolres Bantul, Kwarcab Bantul, dan Pinsakoda DIY.

Kak Iskak saat membacakan sambutan Kakwarda memberikan motivasi bahwa santri adalah penjaga nilai-nilai luhur bangsa sekaligus motor kemandirian dan inovasi yang berakar pada keimanan. “Kalianlah penjaga dan promotor nilai-nilai lokal, Pancasila, dan pondasi kebangsaan yang menjadi roh keistimewaan DIY. Kalian adalah motor kemandirian dan inovasi ekonomi berbekal ilmu agama yang kokoh,” tuturnya.

Sementara itu, Kakwarcab Bantul Kak Emi Masruroh menyampaikan rasa bangganya karena kegiatan ini digelar di wilayahnya. “Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan karakter. Insya Allah pemimpin-pemimpin di masa depan lahir dari kalangan santri ini,” katanya.

Senada, Kak Sardjita selaku Pinsakoda SAKO SPN DIY menyampaikan bahwa Kemah Santri 2025 dirancang sebagai ajang silaturrahim antar santri dari berbagai pondok pesantren dan sekolah, untuk mengembangkan karakter mereka. “Kemah merupakan sekolah alam. Dari sana akan dibangun kemandirian, kerjasama yang baik, rukun kompak, dan karakter luhur lainnya. Sebagaimana kita hidup bermasyarakat, tidak hanya teori tetapi dengan praktik secara langsung “learning by doing“. Harapannya, para santri di samping belajar ilmu agama, juga belajar kemandirian yang akan berguna saat besok terjun di masyarakat,” ujarnya.

Berfoto Bersama Peserta usai Pembukaan Kemah Santri Sako SPN 2025
Berfoto Bersama Peserta usai Pembukaan Kemah Santri Sako SPN 2025

Mewakili Ketua DPW LDII DIY, H. Jiwantoro selaku Ketua Biro Hubungan Antar Lembaga, menegaskan bahwa kemah santri merupakan wujud nyata dukungan terhadap delapan klaster pengabdian LDII. “Melalui kegiatan ini, santri belajar berinteraksi, berbagi pengalaman, dan memperkuat jaringan antar pesantren,” ucapnya.

Hadir pula Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono yang juga Kamabiran Sanden, Majelis Pembina Daerah (Mabida) dan alim ulama se-DIY, Forkompimkap Sanden, serta para pengurus Sakoda dan Sakocab SAKO SPN se-DIY.

Selama dua hari, para santri mengikuti berbagai kegiatan seperti membuat jamu dan makanan tradisional, keterampilan pramuka, jelajah medan, serta kegiatan keagamaan yang menanamkan nilai-nilai 29 karakter luhur.

Check Also

LDII Kulon Progo Gelar Seminar Kesehatan Organ Reproduksi Wanita

LDII DIY Dukung Seminar Kespro, Imbau Remaja Putri Lebih Peduli Kesehatan Reproduksi

Kulon Progo (30/11) — LDII Kulon Progo menggelar seminar bertema “Kesehatan Organ Reproduksi Wanita: Mempersiapkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *