Sambut Tahun Baru Hijriah 1448 H, LDII DIY Ajak Warga Tingkatkan Ibadah Melalui Puasa Tasua dan Asyura

LDII DIY
Tim Rukyatul Hilal LDII DIY sedang melakukan pengamatan hilal.

Yogyakarta (20/6). Memasuki bulan Muharam 1448 Hijriah, LDII DIY mengajak warga dan masyarakat Muslim memanfaatkan momentum tahun baru Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ketakwaan, serta memperbanyak amal saleh. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa Tasua dan Asyura yang tahun ini jatuh pada Kamis dan Jumat, 25–26 Juni 2026.

Ketua DPP LDII Dwi Pramono, menjelaskan hasil pemantauan menunjukkan hilal tidak terlihat di seluruh titik pengamatan. Secara astronomis, posisi hilal di sebagian wilayah Indonesia bagian barat memang sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Namun, ketinggian hilal masih sangat rendah dan berada pada kondisi kritis sehingga sulit untuk diamati.

“Hilal pada saat pengamatan sangat tipis dan posisinya masih rendah. Kondisi ini diperberat dengan cuaca yang didominasi awan tebal dan mendung di sebagian besar titik pantau. Karena itu, hilal tidak dapat terverifikasi, baik secara visual maupun menggunakan alat bantu optik,” ujar Dwi.

Menurutnya, proses pemantauan hilal yang dilakukan LDII mengedepankan integrasi antara pendekatan sains dan syariat. Dari sisi astronomi, tim rukyat menggunakan indikator visibilitas hilal yang meliputi tinggi hilal hakiki, sudut elongasi antara bulan dan matahari, serta umur bulan sejak terjadinya ijtimak. Seluruh data astronomis tersebut mengacu pada rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain menggunakan pendekatan ilmiah, LDII juga menerapkan sistem pelaporan digital secara terintegrasi. Setelah pelaksanaan rukyat selesai pada waktu magrib, setiap koordinator tim di daerah diwajibkan mengirimkan laporan melalui sistem pelaporan terpadu yang disediakan DPP LDII. Data yang dikirim mencakup koordinat lokasi, waktu terbenam Matahari, kondisi cuaca, dokumentasi lapangan, serta kesaksian melihat atau tidak melihat hilal yang telah diverifikasi.

“Data dari seluruh titik pantau masuk secara real time dan langsung dihimpun oleh Koordinator Tim Hisab Rukyat DPP LDII. Dengan sistem ini, proses pengambilan keputusan berlangsung secara terukur, transparan, dan didukung data lapangan yang komprehensif,” kata Koordinator Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII.

Berdasarkan hasil rukyat nasional dan kajian para ulama serta Dewan Penasihat Pusat, DPP LDII memutuskan bulan Zulhijah 1447 Hijriah digenapkan menjadi 30 hari atau menggunakan metode istikmal. Dengan demikian, 1 Muharam 1448 Hijriah ditetapkan jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.

Ketua Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPW LDII DIY, Ustadz Endri Sulistyo, menyampaikan bahwa bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunah Tasua dan Asyura.

“Momentum tahun baru Hijriah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kalender, tetapi menjadi sarana muhasabah dan meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa Tasua dan Asyura,” ujarnya.

Menurut Ustadz Endri, puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Puasa Asyura memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang telah lalu. Rasulullah SAW juga menganjurkan pelaksanaan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharam agar berbeda dengan tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi. Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak hanya berpuasa pada hari Asyura, tetapi juga mengiringinya dengan puasa Tasua.

LDII DIY juga mengajak generasi muda menjadikan bulan Muharam sebagai momentum memperkuat karakter luhur, memperdalam ilmu agama, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Pergantian tahun baru Hijriah menjadi momentum memperbaiki diri. Harapannya, setiap tahun kualitas ibadah, akhlak, dan kontribusi kita kepada masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.

Check Also

Kampung Proklim Sangurejo dan Kembang menerima penghargaan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia DIY

Kampung ProKlim Sangurejo dan Kembang Raih Penghargaan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia DIY

Yogyakarta (18/6). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *