
Gunungkidul (6/10). Siswi SMA Insan Mulia Boarding School (IMBS) Yogyakarta, Arkan Queen Zhafira Firdaus, berbagi wawasan tentang kesehatan mental kepada ratusan peserta Kemah Santri Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) DIY. Materi tersebut disampaikan Queen dalam Kemah Santri Sako SPN DIY di Pondok Pesantren Al Hadi, Karangmojo, Gunungkidul, Sabtu (26/9/2026).
Queen yang merupakan Duta Kesehatan Mental Nasional Batch 3 Regional DIY tersebut mengajak generasi muda berani mengenali dan mengakui kondisi emosional diri. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti tantangan kesehatan mental yang dihadapi generasi muda di tengah tekanan era serba cepat dan tuntutan yang semakin tinggi.
Menurut Queen, kondisi tersebut kerap membuat generasi muda memilih memendam persoalan emosional agar terlihat kuat. Kebiasaan itu berpotensi membuat seseorang terjebak dalam penyangkalan atau denial terhadap kondisi emosionalnya.
“Pilihan untuk berlindung di balik ungkapan ‘aku nggak apa-apa’ berpotensi menjadi ancaman psikologis yang sewaktu-waktu dapat meledak jika dipendam terlalu lama,” ujar Queen.
Untuk membantu peserta memahami kondisi tersebut, Queen memperkenalkan metode refleksi menggunakan metafora “aliran sungai”. Peserta diajak membayangkan perjalanan hidup seperti aliran sungai yang harus melewati berbagai rintangan, mulai dari batu, arus deras, hingga air terjun.
“Pendekatan ini diarahkan untuk berani berhenti sejenak, mengenali emosi yang dirasakan, dan belajar menerima keadaan (self-acceptance) tanpa rasa takut atau malu,” jelasnya.
Queen menekankan, keberanian mengenali kondisi diri menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan mental generasi muda. Menurutnya, proses merawat diri dapat dimulai dari kejujuran terhadap kondisi emosional yang sedang dialami.
“Langkah awal untuk merawat diri dimulai dari keberanian untuk jujur dan mengakui kondisi emosional diri sendiri,” tuturnya.
Keterlibatan Queen dalam kegiatan lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari pembinaan siswa SMA IMBS Yogyakarta. Sekolah menilai keikutsertaan siswa dalam ruang publik dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, sekaligus karakter kepemimpinan.
Pembinaan tersebut tidak hanya diarahkan pada capaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan mengambil peran di tengah masyarakat. Kiprah Queen sebagai Duta Kesehatan Mental Nasional menjadi salah satu bentuk keterlibatan siswa dalam menyampaikan edukasi yang relevan dengan persoalan generasi muda.
Kemah Santri Sako SPN DIY dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) DIY Ahmad Bahiej. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Sako SPN, pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) DIY, serta tokoh masyarakat setempat.
Peserta kemah terdiri atas santri usia SMP dan SMA serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di DIY.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta