Titik Temu LDII DIY, Dorong 350 Generasi Usia Nikah Taaruf Sesuai Syariah

LDII DIY
DPW LDII DIY menggelar kegiatan untuk generasi muda LDII bertajuk “Titik Temu”. Kegiatan yang mempertemukan generasi usia nikah ini berlangsung di Youth Centre, Sleman, Minggu (4/10/2026). Foto: Lines

Sleman (8/10). DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan untuk generasi muda LDII bertajuk “Titik Temu”. Kegiatan yang mempertemukan 350 generasi muda usia nikah ini berlangsung di Youth Centre pada Minggu (4/10/2026).

Ketua Panitia Titik Temu, Maulana Rofiq Nugroho, mengatakan kegiatan rutin tahunan tersebut menjadi wadah bagi generasi usia nikah untuk saling mengenal dan menjalani proses taaruf sesuai tuntunan agama. “Acara ini diharapkan menjadi titik pertemuan awal generus usia nikah sehingga nanti bisa menemukan jodohnya masing-masing,” tutur Rofiq.

Ketua Dewan Penasihat DPW LDII DIY, Ardito Bhinadi, dalam nasihatnya menyoroti fenomena generasi muda saat ini yang merasa takut untuk menikah. Ia juga memberikan pemahaman untuk menjawab berbagai kekhawatiran yang muncul ketika anak muda menghadapi persiapan pernikahan.

Ardito mengajak peserta agar tidak menjadikan perasaan belum siap menikah sebagai alasan untuk terus menunda, melainkan sebagai dorongan untuk mempersiapkan diri. Ia menekankan pentingnya memperbaiki kualitas diri sebelum membangun rumah tangga.

“Siapkan dirimu, pantaskan dirimu untuk mendapatkan jodoh yang pantas,” pesan Ardito.

LDII DIY
Kegiatan dilaksanakan di luar ruangan agar para peserta saling mengenal dalam suasana santai dan menyenangkan.

Usai rangkaian pembukaan, para peserta mengikuti berbagai permainan kelompok, seperti estafet bola dan tebak gaya. Permainan tersebut bertujuan mencairkan suasana sekaligus membantu peserta mengenal satu sama lain. Di sela-sela kegiatan, peserta juga mengikuti sesi perkenalan pribadi secara bergantian.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD). Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk membahas berbagai topik seputar kehidupan pernikahan. Setiap peserta menyampaikan pendapat dan pandangannya, kemudian notulis merangkum hasil diskusi untuk dipresentasikan kepada peserta lainnya.

Salah satu peserta, Chia, berharap kegiatan Titik Temu dapat membantu peserta memahami perbedaan pola pikir antara laki-laki dan perempuan. Menurutnya, membangun pemahaman bersama membutuhkan proses dan komunikasi yang baik.

“Dua kepala yang berbeda perlu proses lama untuk saling memahami, dan acara ini menjadi cara untuk menyambungkan keduanya,” ujar Chia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII DIY, Qomaruddin, berharap Titik Temu dapat memperluas jejaring sosial peserta sekaligus menjadi sarana membangun pergaulan yang positif bagi generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, ia ingin generasi penerus memiliki ruang perkenalan yang terarah dan sesuai dengan nilai-nilai agama.

“Saya berharap peserta bisa membangun kesepahaman dan berujung pada pernikahan yang terwujud dengan sakinah, mawaddah, warahmah, dan barokah,” tutup Qomar.

Check Also

SMA IMBS

Siswi SMA IMBS Berbagi Literasi Kesehatan Mental di Kemah Santri Sako SPN DIY

Gunungkidul (6/10). Siswi SMA Insan Mulia Boarding School (IMBS) Yogyakarta, Arkan Queen Zhafira Firdaus, berbagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *