Yogyakarta – Selama sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, bertepatan dengan tanggal 20-29 Maret 2025, warga LDII melakukan i’tikaf di masjid yang tersebar di seluruh wilayah DIY. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui keutamaan Lailatul Qadar.
Hal ini sesuai dengan firman Alloh SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Qadr (1-5) yang artinya : Sesungguhnya, Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Mengingat begitu besarnya pahala yang akan diperoleh, Ketua DPW LDII DIY, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D menyerukan kepada warga seluruh warga agar memanfaatkan 10 malam terakhir di bulan Ramadan ini untuk memperbanyak ibadah dengan i’tikaf di masjid. “Mengingat begitu besar pahala yang akan diperoleh, maka hendaknya seluruh warga memanfaatkan kesempatan ini”, ungkapnya
Dalam pembekalan sebelum memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadan, Pengurus Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam Yogyakarta, Arbai Hasan menyampaikan beberapa riwayat hadis dari Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan i’tikaf.

Ustadz Arbai merujuk hadis riwayat Bukhari yang menceritakan tentang petunjuk waktu malam Lailatu Qadar. Berikut beberapa di antaranya.
- Lailatul Qadar di 10 malam terakhir
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: Carilah lailatul qodar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan. (HR. Bukhari)
- Lailatul Qadar di malam ganjil
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan. (HR. Bukhari)
- Lailatul Qadar di malam ke 9, 7, dan 5 malam terakhir
الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى
Artinya: Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa. (HR. Bukhari).
Mengacu dari hadis diatas, Ustadz Arbai menganjurkan setiap muslim yang ingin mencari keutamaan Lailatul Qadar, hendaknya mencari dalam rentang 10 malam terakhir terutama di malam-malam ganjil.

Dalam prakteknya, seluruh masjid LDII di tingkat Pimpinan Cabang (PC) se-DIY dan pondok pesantren mengisinya dengan berbagai macam ibadah sesuai dengan kondisi masing-masing. Melalui pengarahan dari Pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII seluruh kapanewon dan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII seluruh kabupaten/kota, setiap majelis taklim diarahkan untuk memaksimalkan ibadah.
Setelah menjalankan shalat tarawih, ada yang diisi dengan tadarus Al-Qur’an, ada yang mengkaji Al-hadis dan ada pula diisi pemantapan agama. Selain itu warga juga diberikan kesempatan untuk berzikir dan berdoa memohon ampunan serta keberkahan dari Alloh SWT.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta