MUI DIY Ajak LDII Membumikan Pendidikan Keagamaan dan Semangat Moderasi Beragama

Moderasi Beragama
Ketua Komisi Dakwah MUI DIY KH. Drs. H. Syaifuddin Jufri MA (tengah) memberikan pembekalan kepada peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LDII DIY 2023, Minggu (26/11/2023).

Sleman (26/11) – Ketua Komisi Dakwah MUI DIY KH. Drs. H. Syaifuddin Jufri MA memberikan pembekalan kepada peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LDII DIY 2023 dengan tema “Membumikan Pendidikan Keagamaan dan Semangat Moderasi Beragama”. Rakerwil LDII DIY 2023 dilaksanakan di Masjid Al-Fattah Kadirojo II, Kalasan, Sleman.

Di dalam paparannya, KH. Syaifuddin mengatakan agama sebagai dasar perdamaian maka konsep kerukunan umat beragama adalah kesediaan untuk menerima adanya perbedaan keyakinan dengan orang maupun kelompok lain, membiarkan orang lain untuk mengamalkan ajaran yang diyakininya dan kemampuan untuk menerima perbedaan.

“Moderasi harus diawali dengan pengetahuan dulu, selanjutnya menjadi konsep di dalam pikiran yang akhirnya menjadi tindakan nyata atau diamalkan. Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah itu artinya sama saja dengan sia-sia,” ujar KH. Syaiffudin.

Rakerwil LDII DIY 2023 mengusung tema besar “Mewujudkan SDM Profesional Religius untuk Mendukung Keistimewaan Yogyakarta dalam Bingkai NKRI Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Terkait hal tersebut, Syaiffudin memberikan pesan kepada generasi muda untuk senantiasa bersemangat menambah pengetahuan untuk belajar karena itu adalah aset yang kita miliki yang berimplikasi pada sikap mana kala pengetahuan yang kita miliki sangat komprehensif yang berdampak pada masyarakat agar lebih bijak dalam memecahkan masalah.

“Kaum milenial memiliki komunitas sendiri yang mana terkadang mereka lebih nyaman jika mengaji bukan dengan orang yang sepuh, tetapi karena mereka butuh pengalaman maka harus tetap melibatkan pini sepuh,” tuturnya.

KH. Syaiffudin berharap dari Rakerwil LDII DIY 2023 ini supaya terus dikembangkan, agar keinginan kita mewujudkan Indonesia emas 2045 benar-benar bisa terwujud. Indonesia tidak hanya bisa menjadi konsumen dan tempat pembuangan produk luar negeri tetapi Indonesia bisa menjadi produsen. “Artinya, ketika kita sudah bisa menerapkan hal tersebut mungkin we are not the first but the best,” pungkasnya.

Check Also

Tim Rukyatul Hilal DPW LDII DIY mengikuti pengamatan hilal syawal di POB Syech Bela Belu

LDII DIY Laksanakan Pengamatan Hilal 1 Syawal 1447 H di Bantul, Hilal Belum Terlihat

Bantul (20/3) — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut berpartisipasi dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *