Generus Putri LDII Dilatih Mandiri dengan Teknik KonMari

Generus LDII
Pemateri Atina C. Fauziati mempraktikkan teknik KonMari pada generus putri LDII, Minggu (19/5/2024).

Bantul (21/5) – Ratusan generus putri LDII kelas 5 SD hingga 9 SMP mengikuti pelatihan KonMari pada Minggu (19/5/2024). Kegiatan ini berlangsung di Kompleks Pondok Pesantren Nur Aisyah, Pulokadang, Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kemandirian menjadi salah satu target keberhasilan generus LDII. Dalam rangka pembinaan, DPD LDII Kota Yogyakarta melalui program Penggerak Pembina Generus (PPG) Alkarima membekali generusnya dengan pelatihan kemandirian, yakni pelatihan KonMari.

KonMari merupakan suatu metode pengorganisasian dan penyederhanaan rumah yang dipopulerkan oleh Marie Kondo. Metode ini berfokus pada penyimpanan barang yang memancarkan kegembiraan sehingga memberikan perubahan positif bagi individu yang menerapkannya.

“Teknik KonMari ini sangat efektif diterapkan dalam kehidupan, sehingga kami memilih teknik ini untuk dijadikan pelatihan bagi generus putri,” terang ketua acara, Rismiyati, S.Pd. Menurutnya, Teknik KonMari ini dapat mengubah mindset seseorang dalam memanfaatkan barang yang ada dan mengurangi gaya hidup konsumtif. Selain itu, pelatihan ini sebagai bekal kemandirian para generus sehingga dapat meringankan beban orang tuanya.

Pada kesempatan ini, menghadirkan narasumber berpengalaman, Atina C. Fauziati, S.Pd.I. Ia memberikan motivasi sekaligus praktik pengaplikasian metode KonMari, khususnya dalam menata pakaian. Para peserta terlihat aktif mengikuti pelatihan ini.

Generus LDII
Generus putri usia kelas 5 SD hingga kelas 9 SMP mengikuti pelatihan KonMari yang digelar DPD LDII Kota Yogyakarta.

Mulai dari memperhatikan pemaparan materi, mempraktikkan Metode KonMari, hingga tanya jawab dengan narasumber. “Pelatihan ini cukup menarik, banyak insight baru yang bisa saya dapatkan, utamanya dalam menata pakaian dan menjaga kerapian,” ucap Dea Audina, salah seorang peserta.

Narasumber Atina C. Fauziati berharap para peserta bisa mengubah pola hidup menjadi lebih tertata dengan mempraktikkan apa yang sudah didapat dalam pelatihan ini. “Endingnya, mereka bisa bahagia dengan hidupnya dan orang tuanya bisa benar-benar ridho dengan keberadaan anaknya dan lingkungan anaknya,” pungkasnya. (/Vla)

Check Also

PC LDII Tarakan Timur

Pererat Silaturahim, Wali Kota Tarakan Safari Ramadan di Masjid Baitul Nurkholis Naungan LDII Tarakan Timur

Tarakan (15/3). Pemerintah Kota Tarakan kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 H/2026 M. Kali ini, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *