Remaja Putri LDII Kapanewon Berbah Ikuti Seminar Penjagaan Diri dari Sexual Harassment dan Isu LGBT

LDII Berbah
Remaja putri PC LDII Kapanewon Berbah mengikuti seminar bertajuk “Penjagaan Diri dari Kekerasan Seksual dan Isu LGBT”, Minggu (1/9/2024).

Sleman (1/9) – Sekitar 70 remaja putri PC LDII Kapanewon Berbah berkumpul di Masjid Baitul Izza untuk mengikuti seminar bertajuk “Penjagaan Diri dari Sexual Harassment dan Isu LGBT”, Minggu (1/9/2024). Seminar ini digelar mulai pukul 08:00 hingga 11:00 dan menghadirkan dua pemateri berpengalaman, yaitu dr. Tika Prasetiawati, Sp.KJ., seorang psikiater yang terkenal dengan kepakarannya dalam bidang kesehatan mental dan Ustazah Atina Catur Fauziati, seorang ahli dalam kajian keagamaan dan etika.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Seminar, Siti Marwati, mengungkapkan pentingnya acara ini untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada remaja putri mengenai isu-isu krusial yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka. “Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada remaja putri tentang bagaimana melindungi diri dari sexual harassment atau kekerasan seksual dan memahami pandangan agama terhadap isu LGBT. Kami berharap dengan pengetahuan ini, mereka dapat lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Dokter Tika memulai sesi dengan menjelaskan berbagai bentuk kekerasan seksual dan bagaimana mengenali tanda-tandanya. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan edukasi tentang batasan pribadi. “Penting untuk mengetahui apa yang disebut dengan kekerasan seksual dan bagaimana cara mencegahnya. Kesadaran akan hak-hak pribadi dan kejelasan dalam berkomunikasi dapat sangat membantu dalam melindungi diri,” jelas dr. Tika.

LDII Berbah
Remaja putri PC LDII Kapanewon Berbah.

Sesi berikutnya dipandu oleh Ustazah Atina Catur Fauziati, yang memberikan panduan mengenai pandangan agama terhadap isu LGBT dan bagaimana remaja dapat menjaga diri dari pengaruh negatif. “Dalam agama, kita diajarkan untuk menghargai dan menghormati sesama, namun kita juga perlu memahami ajaran agama dengan benar. Menjaga diri dari pengaruh negatif termasuk memahami batasan dan prinsip moral yang diajarkan agama,” ujar Ustazah Atina.

Acara ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, di mana peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Banyak dari mereka mengaku merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan informasi dan strategi praktis untuk melindungi diri.

Salah satu peserta, Ana, mengungkapkan rasa syukurnya setelah mengikuti seminar ini. “Saya merasa seminar ini sangat bermanfaat. Sekarang saya lebih mengerti bagaimana cara menjaga diri dan lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai situasi. Terima kasih kepada panitia dan pemateri yang telah menyelenggarakan acara ini,” ujar Ana dengan penuh semangat.

Dengan berakhirnya seminar, para peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk melindungi diri mereka dan membangun sikap yang lebih bijaksana terhadap isu-isu penting. Acara ini merupakan langkah positif dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan yang berguna untuk masa depan mereka.

Check Also

Tim Rukyatul Hilal DPW LDII DIY mengikuti pengamatan hilal syawal di POB Syech Bela Belu

LDII DIY Laksanakan Pengamatan Hilal 1 Syawal 1447 H di Bantul, Hilal Belum Terlihat

Bantul (20/3) — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut berpartisipasi dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *