
Jakarta (24/4). Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menekankan urgensi peran media dalam era post truth, di mana opini sering kali lebih dipercaya daripada fakta. Dalam acara “Silaturahim Syawal KIM dan LINES DPP LDII” pada Minggu (20/4), ia menyampaikan bahwa kemudahan mengakses informasi di era digital membawa dampak ganda—memudahkan edukasi publik, namun juga mempermudah penyebaran informasi keliru yang dibungkus sebagai kebenaran.
“Era digital ibarat pisau bermata dua. Informasi yang salah bisa menjadi rujukan utama jika tidak dikritisi secara bijak. Di sinilah pentingnya media untuk menyampaikan informasi berdasarkan kebenaran dan kejujuran,” ujar KH Chriswanto. Ia menambahkan, media berperan penting dalam meluruskan informasi dan membendung narasi keliru yang dapat membentuk opini publik yang salah.
Menurutnya, komunikasi yang kurang tepat dapat menjadikan hal positif disalahartikan sebagai hal negatif, menimbulkan stigma yang tidak seharusnya. “Dunia maya kini tanpa batas, siapa saja bisa menyuarakan opini. Tapi opini yang emosional sering kali lebih dipercaya dibandingkan fakta objektif,” lanjutnya.
KH Chriswanto mendorong peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat agar mampu membedakan antara hoaks dan fakta. Ia juga menegaskan bahwa LDII sering menjadi sasaran post truth. Karena itu, peran KIM dan LINES menjadi sangat strategis untuk menyampaikan informasi yang faktual dan membangun pemahaman yang benar di masyarakat. “DPP LDII memberikan keleluasaan kepada KIM dan LINES untuk aktif berdakwah dan menyebarkan informasi secara berkualitas,” tegasnya.
Ketua DPP LDII, Rulli Kuswahyudi, menambahkan bahwa pembentukan kelompok kerja LDII News Network (LINES) merupakan upaya konkret untuk merespons tantangan era post truth. “Kami ingin menyampaikan narasi tentang LDII secara jujur dan membangun, termasuk dalam mencetak generasi berkarakter luhur,” ujarnya.
Ia menilai dunia maya adalah medan dakwah baru yang harus dimaksimalkan, dengan media sosial dan media massa sebagai sarana utama. Rulli juga mengingatkan pentingnya kekompakan tim, termasuk dukungan dari keluarga, demi keberlangsungan program kerja LINES.
Ketua Biro KIM DPW LDII DIY, Sukina, S.P. menegaskan bahwa post truth menjadi tantangan nyata bagi para pegiat media. “KIM dan LINES di daerah harus hadir sebagai garda terdepan dalam menyampaikan konten positif, memperkuat citra LDII, dan menjadi sumber informasi terpercaya di tengah derasnya arus disinformasi,” ujarnya. Ia juga mendorong kader muda LDII untuk aktif mewarnai ruang digital dengan narasi-narasi yang membangun dan mencerahkan.
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta