
Wonosari (27/6). Suasana Kompleks Masjid Al-Husna Kemorosari 2, Piyaman, Wonosari, tampak ramai dan penuh semangat. Sebanyak 75 dai dan daiyah muda dari berbagai kapanewon di Gunungkidul berkumpul dalam pertemuan rutin Forum Pengajian Dai dan Daiyah Muda, Sabtu (14/6).
Forum yang berada di bawah naungan DPD LDII Kabupaten Gunungkidul ini memang dikenal sebagai wadah silaturahim dan pengembangan diri para pendakwah muda. Pada kesempatan itu, para peserta mengikuti sesi kewirausahaan membuat batagor bersama Pak Tusikan, seorang pelaku usaha batagor berpengalaman.
Peserta yang datang dari Gedangsari, Patuk, Wonosari, Semanu, Playen, Tanjungsari, Saptosari, dan Panggang ini semangat mengikuti rangkaian acara. Seperti biasa, kegiatan dibuka dengan pengajian Al Quran dan Al Hadist yang disampaikan dengan penuh hikmat oleh H. Muhaimin Sugiarto. Materi keagamaan ini menjadi bekal utama bagi para pendakwah dalam menjalankan syiar Islam.
Namun, yang menarik dari pertemuan bulan Juni ini adalah sesi terakhirnya. Bukan hanya memperdalam ilmu agama, para dai dan daiyah muda ini juga diajak untuk mengasah jiwa kemandirian melalui materi kewirausahaan. Tak tanggung-tanggung, mereka langsung praktik membuat batagor (bakso tahu goreng) yang dibimbing langsung oleh Pak Tusikan.

Kepada awak media, Pak Tusikan menjelaskan bahwa kegiatan kewirausahaan ini rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, disisipkan di sela-sela pengajian. “Tujuannya untuk membekali para pendakwah dengan ilmu kemandirian di samping ilmu Al Quran dan Al Hadist. Agar dalam berdakwah dapat menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya kelak di kemudian hari,” tuturnya.
Inisiatif ini patut diacungi jempol. Di tengah tantangan zaman, bekal kewirausahaan menjadi sangat penting untuk menunjang kemandirian para pendakwah. Dengan demikian, mereka bisa lebih fokus dalam berdakwah tanpa perlu khawatir akan masalah finansial.
Acara ditutup dengan doa, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Pertemuan ini bukan hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis yang sangat bermanfaat di masa depan. Semoga semakin banyak dai dan daiyah muda yang mandiri, berilmu, dan produktif. (*/fajar Sodiq)
DPW LDII DIY Lembaga Dakwah Islam Yogyakarta